Home Sulteng

Santunan Duka Masih Sisa 1.536 Jiwa

215
Ansar. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemenuhan hak korban bencana di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong (Padagimo) masih menyisakan masalah, salah satunya santunan duka bagi ahli waris. Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulteng, Ansar, mengungkapkan pembayaran santunan duka korban bencana Padagimo masih tersisa 1.536 jiwa.

“Datanya sudah kami usulkan ke Kementerian Sosial dari bulan November lalu,” ungkap Ansar kepada Metrosulawesi, Rabu, 18 Desember 2019.

Dia mengatakan usulan 1.536 jiwa santunan duka merupakan tambahan dari data yang sebelumnya sudah terbayarkan tahap pertama. Usulan tambahan tersebut dengan rincian dari Kota Palu 1.278 jiwa, Kabupaten Sigi 85 jiwa, Kabupaten Donggala 130 jiwa, dan Kabupaten Parimo 43 jiwa.

“Kami belum tahu kapan bisa dibayarkan kementerian karena anggaran sama mereka,” ujar Ansar.

Adapun santunan duka tahap pertama yang sudah terbayarkan sebanyak 1.906 jiwa sekitar pertengahan tahun 2019. Santunan duka tersebut diberikan bagi korban meninggal dunia akibat bencana yang melanda Padagimo pada 28 September 2018. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp15 juta.

Santunan duka sebagai wujud perhatian pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Santunan duka diberikan bentuk rasa duka kepada ahli waris korban. Ansar mengatakan penggunaan santunan duka bebas.

“Penggunaanya bebas, terserah ahli waris, mungkin mau buat acara doa atau sebagainya,” ucapnya.

Adapun untuk teknis pencairan dilakukan melalui transfer bank ke Bank BUMN yang telah ditunjuk menerima pencairan dana santunan duka. Selanjutnya Bank BUMN yang mentransfer rekening masing-masing ahli waris penerima santunan.

Apabila ahli waris telah memiliki rekening di Bank BUMN yang telah ditunjuk untuk melakukan pencairan duka tidak perlu lagi membuka rekening baru. Dalam melakukan pencairan ahli waris cukup membawa KTP, Kartu Keluarga dan Buku Tabungan (jika sudah ada).

“Masing-masing ahli waris menerima Rp15 juta melalui transfer bank ke rekening,” tandas Ansar.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas