Home Palu

Pembangunan SDN I Kamonji Diduga Asal Jadi, DPRD Bakal Limpahkan ke Kejaksaan

387
Komisi A DPRD Kota Palu meninjau pembangunan RKB SDN Inpres Kamonji yang diduga asal-asalan, Jumat 20 Desember 2019. Dari RAB 6 RKB, kemudian menjadi 4 RKB dalam gambar lalu sisa 2 RKB yang terbangun. Pembangunan 2 RKB itu dianggarkan Rp1,091 miliar. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Komisi A DPRD Kota Palu menemukan sejumlah kejanggalan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SDN Inpres I Kamonji. Atas kejanggalan itu, Komisi A melihat ada potensi kerugian daerah, hal ini kemudian menjadi pertimbangan komisi A untuk melimpahkan pembangunan itu ke Kejaksaan Negeri Palu (Kejari) Palu.

Sebelum mengambil keputusan itu, komisi A akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Ansyar Sutiadi, panitia lelang, CV Al Barokah (kontraktor pelaksana) dan pihak SDN Inpres I Kamonji untuk dimintai keterangan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Menurut anggota Komisi A DPRD Kota Palu, Achmad Alaydrus, sesuai Inspeksi Mendadak (Sidak) pembangunan SDN Inpres I kamonji, terdapat sejumlah kejanggalan pembangunan RKB, diantaranya tidak sesuai antara Rencana Anggaran Biaya (RAB), gambar dan hasil pekerjaan.

Dalam RAB, RKB SDN Inpres I Kamonji direncanakan enam RKB, tetapi digambar pekerjaan hanya empat RKB, sementara yang dikerjakan dilapangan menjadi dua RKB. Dua RKB yang dikerjakan oleh CV Albarokah itu, anggarannya mencapai Rp1,091 miliar. Jumlah yang cukup besar untuk ukuran dua RKB.

“Dari perencanaan hingga pekerjaan, sangat jelas ini (pembangunan RKB) asal jadi. Konsultan perencananya juga terlihat asal menyusun saja tanpa melihat dilapangan. Kami (DPRD) akan mengawal pembangunan RKB SDN Inpres Kamonji hingga tuntas. Kalau memang ada kerugian daerah didalamnya akan kami limpahkan ke kejaksaan untuk mengusutnya,” tegas Nico, sapaan akrab Achmad Alaydrus, dihadapan media Jumat 20 Desember 2019.

Selain keluar dari RAB, pihak kontraktor juga diduga menggunakan barang bekas dalam membanguan dua RKB itu, diantaranya penggunaan paku bekas untuk menahan balok dudukan plafon.

“Dihadapan kami saja, pekerja pembangunan RKB mengambil paku bekas dari kayu lain untuk menahan balok dudukan plafon. Terlihat sekali ini dikerjakan asal-asalan,” tegasnya.

Untuk mendapatkan keterangan lebih detil, komisi A dalam waktu dekat segera memanggil pihak-pihak terkait guna dimintai keterangan, diantaranya kepala dinas pendidikan Kota Palu, kontraktor, konsultan dan penitia lelang.

Menurut Nico, CV Al Barokah menjadi pemenang tender setelah mengalahkan empat peserta lainnya, dimana dari pagu Rp1,2 miliar, CV AL Barokah menawarnya menjadi Rp1,091 miliar.

Reporter: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas