Home Parigi Moutong

Tim SAR Evakuasi Dua Korban Hilang di Pegunungan Parimo

171
PERIKSA KESEHATAN - Petugas medis memeriksa kondisi kesehatan salah satu korban hilang di Pegunungan Kecamatan Taopa, Kabupaten Parigi Moutong setelah dievakuasi oleh tim SAR gabungan, Jumat 20 Desember 2019. (Foto: Antara/HO-Bsarnas)

Palu, Metrosulawesi.id – Tim SAR Basarnas Palu berhasil mengevakuasi dua korban hilang yang merupakan warga DesaTaopa Utara di Pegunungan Kecamatan Taopa, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah dalam kondisi selamat.

Kepala Kantor SAR Palu, Basrano di Palu, Jumat 20 Desember 2019, mengatakan operasi SAR berlangsung sejak Kamis (19/12) menurunkan sejumlah personel dari Unit Siaga SAR Kabupaten Tolitoli mengingat akses menuju wilayah tersebut relatif dekat ketimbang mengutus personel Pos SAR di Kota Parigi.

“Sejak dibuka operasi SAR, tim SAR gabungan dari sejumlah potensi sudah bergerak, dilaporkan satu korban atas nama Abunyo telah ditemukan di sungai sekitaran pegunungan tersebut dalam kondisi yang lemas pada Kamis (19/2) sekitar pukul 15.20 WITA,” ungkap Basrano.

Kecamatan Taopa berada di bagian Utara Parigi Moutong, jarak tempuh ke wilayah itu cukup jauh dari Parigi, Ibu Kota kabupaten tersebut dengan jarak tempuh sekitar empat jam melalui jalur darat.

Pada operasi SAR hari ke dua, tim kembali melakukan penyisiran mencari satu korban yang tersisa sekitar pukul 07.00 WITA. Dilaporkan korban bernama Ase juga berhasil di ditemukan dalam keadaan selamat di pinggir sungai yang jaraknya sekitar satu kilometer dari tempat ditemukannya korban Abunyo.

“Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas setempat untuk mendapat penanganan medis karena tubuhnya lemas,” kata Basrano.

Dia menjelaskan, sebelumnya korban Abunyo dikabarkan tersesat dan dinyatakan hilang saat berangkat menuju lokasi tambang rakyat di sungai Bengkel Desa Taopa, Kecamatan Taopa. Dalam perjalanan, Abunyo terpisah dari rekan-rekannya.

Mengetahui kejadian itu, aparat desa setempat membentuk tim untuk mencari keberadaan Abunyo. Namun satu orang bernama Ase yang ikut dalam tim tersebut tersesat dan terpisah dari rombongan.

Kini dua korban tersebut telah kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarga.

“Dari laporan warga maka kami kerahkan tim resque untuk melakukan operasi SAR, keudanya hilang dikabarkan sejak tanggal 11 Desember 2019. Setelah dua korban itu ditemukan selanjutnya operasi SAR dinyatakan telah selesai dan di tutup, ” jelasnya. (ant)

Ayo tulis komentar cerdas