Home Sulteng

Sulteng Mau Kembalikan Kejayaan Kakao

488
Talk show tentang upaya mengembalikan kejayaan kakao Sulteng digelar usai peringatan Hari Perkebunan ke-62 di halaman kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan Sullteng, Kamis, 19 Desember 2019. (Foto: Syahril Hantono/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulteng akan mengembalikan kejayaan komoditi kakao. Setidaknya ini digaungkan dalam peringatan Hari Perkebunan ke-62 yang digelar Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulteng, Kamis, 19 Desember 2019.

Mengembalikan kejayaan kakao kali ini adalah yang berjenis kakao organik. Karena itu, peringatan Hari Perkebunan ke-62 dirangkaikan dengan launching kakao organik. Tema kegiatan kemarin juga adalah ‘’Mengembalikan kejayaan kakao menuju kakao organik’’.

Acara itu dihadiri pejabat Asisten III Setdaprov Sulteng Mulyono, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, para kepala Dinas Perkebunan se Sulteng, pimpinan OPD Sulteng, BPS Sulteng, serta para petani kakao di Sulteng.

Terkait bagaimana mengembalikan kakao Sulteng yang pernah Berjaya dibahas dalam talk show usai acara peringatan Hari Perkebunan ke-62. Talk show menghadirkan sejumlah pembicara berkompeten seperti pejabat Ditjen Perkebunan, peneliti, serta salah seorang petani yang mengembangkan kakao organik.

Gubernur Sulteng H Longki Djanggola dalam amanat tertulis yang dibacakan Asisten III Mulyono mengatakan, sub sektor perkebunan menyumbang PDRB Sulteng terbesar pada tahun 2018 yakni 39,71 persen. Dia mengatakan, pemerintah provinsi melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng mengoptimalkan pembangunan sub sektor perkebunan melalui peningkatan produksi 8 komoditi unggulan perkebunan.

Tanaman kakao salah satu komoditi unggulan Sulteng yang potensinya cukup besar. Berdasarkan statistic pembangunan perkebnan Indonesia 2019, Sulteng merupakan daerah dengan luas areal komoditi kakai terbesar yakni 285.783 hektare. Luas ini lebih besar dari total areal kakao nasional.

‘’Dari sisi produksi pada tahun 2018 mencapai lebih 125 ribu ton. Namuh masih ada peluang untuk terus ditingkatkan produktivitasnya melalui peningkatan SDM, intensifikasi, dan peremajaan tanaman kakao di sektor hulu,’’ kata Mulyono.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas