Home Palu

Rektor Tawarkan Wisudawan Terbaik Jadi Dosen

247
PENYERAHAN PIAGAM - Staf Ahli Gubernur Sulteng Bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, Ikhwan, didampingi Rektor Prof. Dr. Ir. H. Mahfudz bersama jajaran saat menyerahkan piagam penghargaan kepada wisudawan terbaik ke-100 lulusan Universitas Tadulako di Aula Fakultas Kedokteran Untad, Kamis, 19 Desember 2019. (Foto: Dok Humas Untad)

  • Pengukuhan Wisudawan Untad ke-100

Palu, Metrosulawesi.id – Rektor Prof. Dr. Ir. H. Mahfudz MP, mengukuhkan 1.536 wisudawan ke-100 Universitas Tadulako (Untad) di Aula Fakultas Kedokteran, Kamis, 19 Desember 2019.

Rektor dalam kesempatan ini menawarkan kepada wisudawan terbaik tingkat universitas menjadi dosen di Untad. Tentunya kata Rektor harus melanjutkan studi strata dua (S2) terlebih dahulu yang akan ditanggung Untad melalui program Bidikmisi.

Wisudawan terbaik tersebut bernama Hijrianti dari Fakultas Peternakan dan Perikanan dengan IPK 3,95 predikat pujian masa studi 3 tahun 1 bulan 26 hari. Hijrianti dikatakan Rektor selama menjalani studi S1 merupakan mahasiswa penerima bantuan Bidikmisi.

“Karena yang bersangkutan (Hijrianti,red) adalah penerima Bidikmisi maka ada dua hal yang saya sampaikan. Pertama jika mau melanjutkan studi S2 ilmu-ilmu pertanian, saya beri kesempatan untuk lanjut. Yang kedua, jika ananda selesai S2, saya sebagai Rektor akan menerima menjadi dosen,” ujar Prof Mahfudz.

Menurut Prof Mahfudz, penawaran tersebut disampaikan untuk memotivasi mahasiswa lainnya. Rektor mengingini mahasiswanya berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan studinya masing-masing.

Saat wisuda angkatan 99, Rektor juga memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik tingkat universitas. Beasiswa tersebut diberikan kepada Nunung Jumiati Paja, dari Fakultas Ekonomi yang menyelesaikan kuliah program sarjana (S1) dengan IPK 3,89 predikat pujian (cumlaude) sebagai wisudawan terbaik tingkat universitas. Nunung juga tercatat sebagai wisudawan terbaik dari Fakultas Ekonomi dengan masa studi 3 tahun, 11 bulan, 26 hari.

“Dia (Nunung Jumiati) mahasiswa yang luar biasa dengan IPK yang nyaris sempurna 3,89. Olehnya perkenankan saya sebagai Rektor Univesitas Tadulako memberikan reward kepada yang bersangkutan. Rewardnya adalah saya memberikan kesempatan untuk kuliah S2 dengan biaya universitas selama 2 tahun,” ucap Prof Mahfudz dalam kesempatan menyampaikan pesan almamater.

Menurut Prof Mahfudz pemberian beasiswa saat itu merupakan pertamakali bagi wisudawan terbaik lulusan Universitas Tadulako. Prof Mahfudz mengatakan hal serupa rencananya akan diberikan kepada wisudawan terbaik tingkat universitas berikutnya.

Tujuannya untuk memotivasi mahasiswa lainnya agar serius dalam menyelesaikan kuliah di fakultas masing-masing. Saat Rektor mengumumkan pemberian beasiswa ini disambut tepuk riuh oleh undangan, para wisudawan dan orang tua/wali wisudawan.
Namun, Rektor menegaskan, beasiswa yang diberikan kepada Nunung hanya untuk jangka waktu 2 tahun. Jika dalam jangka waktu tersebut Nunung tidak bisa menyelesaikan kuliah S2, maka selebihnya harus menggunakan biaya pribadi.

“Tapi saya yakin ananda Nunung Jumiati ini akan selesai kurang dari 2 tahun,” ujar Prof Mahfudz.

Prof Mahfudz berharap kepada semua wisudawan harus bangga sebagai alumni Universitas Tadulako. Alumni Untad dikatakan harus berperan dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah dan bangsa.

“Saya kembali mengingatkan anda semua, teruslah belajar dalam merespon era digital saat ini. Hanya dengan begitu kalian bisa tetap eksis karena capaian hari ini bukan akhir dari semua untuk tidak belajar. Bekal dan ilmu keterampilan yang didapatkan di kampus harus digunakan menyelesaikan kompleksitas permasalahan dan tantangan kedepan,” tandas Prof Mahfudz.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

1 COMMENT

Ayo tulis komentar cerdas