Home Sulteng

Gubernur Ajak Umat Rawat Keragaman

192
FOTO BERSAMA - Gubernur Sulteng, H. Longki Djanggola, foto bersama anggota Korpri Sulteng usai menghadiri perayaan Natal bersama di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu, 18 Desember malam. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Provinsi Sulteng menggelar perayaan Natal bersama di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu, 18 Desember malam.

Gubernur Sulteng, H. Longki Djanggola, yang hadir langsung mengajak mengajak umat sama-sama merawat keragaman dengan tidak mempermasalahkan dan menonjolkan perbedaan.

“Kita justru harus mencari persamaan-persamaan yang pada gilirannya akan menambah kokoh pondasi persaudaraan dan persatuan sebagai bangsa yang besar dan hebat. Itu karena pesan Natal 2019 adalah pesan persahabatan yang bertujuan menyegarkan ingatan kita pada sejarah bersama bangsa Indonesia, cita-cita bersamanya dan perjuangan bersama bagi kemanusiaan,” ujar Longki.

Longki mengatakan, Natal yang dirayakan sejatinya menawarkan persahabatan yang berlandaskan cinta kasih yang merupakan panggilan untuk keluar dari sekat-sekat suku, budaya, agama dan lain sebagainya.

“Dengan begitu kiranya nilai-nilai cinta kasih dan persaudaraan dapat dipraktekkan dimanapun dan kapanpun, termasuk di dalam wadah Korpri sebagai miniatur masyarakat Indonesia yang majemuk,” tandas gubernur.

Ketua Panitia Perayaan Natal Bersama Korpri Sulteng, Bartholomeus Tandigala, menyampaikan perayaan Natal bersama lingkup Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2019 mengangkat tema Natal Nasional yaitu “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang”.

“Perayaan natal tahun ini bertujuan  untuk meningkatkan rasa keimanan dan ketakwaan para anggota Korpri khususnya yang memeluk agama Kristen sekaligus untuk meningkatkan silaturrahim dan solidaritas antar sesama anggota Korpri,” ucapnya.

Barto juga menyampaikan momen sukacita memperingati dan merayakan kelahiran Sang juru selamat yaitu Yesus Kristus ke dunia. Peristiwa tersebut tidak hanya disambut dan dirayakan lewat ibadah ritual semata, melainkan juga diwujudkan dalam ibadah sosial yang dapat memberi kontribusi positif pada lingkungan dimana umat Kristen berada, khususnya yang berprofesi sebagai ASN. Sementara Pdt. Dharma Salata dalam khotbahnya menyampaikan tema perayaan Natal tahun ini memiliki makna yang luas. Menurutnya hidup bersahabat dan hidup dalam damai akan memaknai kerukunan diantara umat manusia yang penuh perbedaan dan sekaligus mengokohkan keberadaan umat dalam dimensi keutuhan sebagai ciptaannya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas