Home Morowali

108 Peserta Ikuti Jambore Kader Kesehatan Remaja se Kabupaten Morowali 2019

258
Ketua DPRD Morowali, Kuswandi, ikut senam bersama dengan peserta Jambore Kader Kesehatan Remaja se Kabupaten Morowali 2019. (Foto: Murad Mangge/ Metrosulawesi)

Morowali, Metrosulawesi.id – Untuk mensosialisasikan program stunting di kalangan remaja dan sekaligus memotivasi para binaan Puskesmas se Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah,  Dinas Kesehatan,Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes,PP dan KB) Morowali, menyelenggarakan Jambore Kader Kesehatan Remaja tingkat Kabupaten Morowali tahun 2019.

Jambore Kader Kesehatan Remaja se Kabupaten Morowali, yamg diselenggarakan selama tiga hari (20-22 Desember 2019), dengan mengusung tema ‘Remaja Gaul, Remaja Sehat Cegah Sunting Sejak Dini’, dibuka resmi  Ketua DPRD Kabupaten Morowali, Kuswandi, di halaman Gelanggang  Olah Raga Morowali, Jumat 20 Desember 2019.

Kepala Dinas Kesehatan,Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes,PP dan KB) Morowali, Ashar M Maruf, dalam laporannya, menjelaskan tujuan kegiatan Jambore Remaja Kesehatan yang diikuti 108 peserta binaan Puskesmas se Kabupaten Morowali,   meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para kader dalam menjalankan tugas.

Selain peningkatan SDM para kader, kata Ashar,  tujuan diselanggarakannya Jambore Kader Kesehatan Remaja, untuk  meningkatkan keterlibatan remaja dalam perencanaan pelaksanaan, evaluasi pelayanan kesehatan remaja, serta untuk memupuk kebiasaan hidup sehat agar memiliki pengetahuan sikap dan ketrampilan.

Ketua DPRD Kabupaten Morowali, Kuswandi, dalam sambutannya saat membuka Jambore Kader Kesehatan Remaja,  menyebutkan, anak usia sekolah dan remaja bukanlah semata-mata sebagai objek pembangunan kesehatan melainkan subjek.

Tarian daerah Bali yang ditampil para pelajar Morowali, saat pembukaan Jambore Kader Kesehatan Remaja se Kabuoaten Morowali 2019. (Foto: Murad Mangge/ Metrosulawesi)

‘’Anak usia sekolah dan para remaja dapat berperan secara sadar dan bertanggung jawab dalam pembangunan kesehatan. Generasi muda atau remaja perlu kita arahkan dan memberikannya kegiatan yang positif untuk menambah wawasan dan pengetahuan,” ujar Kuswandi.

Melalui kegiatan ini, Kuswandi  mengajak para peserta kader kesehatan remaja, guru, kepala Puskesmas untuk lebih meningkatkan penjarigan kesehatan melalui usaha kesehatan sekolah dan membentuk Posyandu remaja di desa atau kelurahan.

Pembukaan Jambore Kader Kesehatan Remaja se Kabupaten Morowali tahun 2019,  selain menampilkan tarian daerah bali dari sejumlah anak gadis, juga seluruh peserta dan undangan melakukan senam secara bersama-sama.

Hadir dalam upacara pembukaan yang digelar pukul 16:00  waktu setempat,  yakni Danramil Bungku Tengah mewakili Dandim 1311/Morowali,Ketua Persit KCK Cabang LXVIII dan sejumlah pimpinan OPD Pemkab Morowali. (*)

Reporter: Murad Mangge

Ayo tulis komentar cerdas