Home Donggala

Kadis Pariwisata Harus Kembalikan Kerugian Negara

537
Kondisi Anjungan Gonenggati yang dibangun tiga kali penganggaran, pertama tahun 2016 Rp14M, 2017 (Rp9M), dan tahun 2018 (Rp1,7 M) untuk pembangunan rumah adat 10 unit. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

  • Proyek Gonenggati

Donggala, Metrosulawesi.id – Majelis tim penyelesaian kerugian daerah/ majelis pertimbangan tuntutan perbendaharaan tuntutan ganti rugi (TP-TGR) melakukan sidang perdana, Senin. Sidang perdana ini menghadirkan Kadis Pariwisata Sajaun beserta kontraktor pelaksana Anjungan Gonenggati yang diduga telah merugikan keuangan daerah cukup besar. BPK merilis temuan proyek ini dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2018.

Pada tahun 2018, BPK menemukan ketidaksesuaian spesifikasi dan kekurangan volume pada pembangunan rumah adat Gonenggati. Salah satu item temuannya adalah ketidaksesuaian spesifikasi kayu yang digunakan untuk pembangunan rumah adat tersebut. Pada proyek itu, BPK mencatat terdapat kelebihan pembayaran sebesar Rp190 juta.

Bupati Donggala Kasman Lassa yang juga menghadiri Sidang Majelis TP-TGR itu mengaku optimis majelis TP-TGR mampu mengembalikan kerugian negara.

“Kita tindaklanjuti temuan-temuan BPK terkait kerugian negara. Melalui majelis TP-TGR ini kita ingin menyelamatkan uang negara,” kata Kasman.

Kasman Lassa menejelaskan pihak tertuntut diminta untuk segera mengembalikan kerugian negara dengan batas waktu yang diberikan selama 90 hari.  Pada masa pengembalian itu, harta benda pihak tertuntut bisa dilelang untuk mengganti kerugian negara.

“Hal ini bagian dari upaya untuk mempercepat pengembalian kerugian negara. Apabila selama 90 hari tidak mampu mengembalikan, maka majelis TP-TGR akan melakukan sidang kembali untuk langkah merekomendasikan ke aparat penegak hukum,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas