Home Donggala

Sioyong Jadi Percontohan Daerah Binaan Kemenag

233
Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid, bersama Bupati Donggala Kasman Lassa, disaksikan Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Rusman Langke saat memukul beduk, dalam peresmian program percontohan daerah binaan, di Desa Sioyong, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, pada Selasa, 17 Desember 2019. (Foto: Humas Kemenag Sulteng)

Donggala, Metrosulawesi.id – Wakil Menteri Agama (Wamenag RI), Zainut Tauhid, melaunching Program Percontohan Daerah Binaan Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, di Desa Sioyong, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Selasa, 17 Desember 2019.

Peresmian program percontohan daerah binaan ditandai dengan pemukulan beduk oleh Wakil Menag bersama Bupati Donggala Kasman Lassa, didampingi Sekretaris Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Tarmizi, dan Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Rusman Langke.

Wamenag RI, Zainut Tauhid, mengungkapkan, program ini merupakan inovasi Ditjen Bimais Kemenag dalam menentukan arah kebijakan bidang agama yang mengarah kepada stabilitas nasional.

“Program percontohan daerah binaan merupakan bentuk pengejawantahan, dan kehadiran negara terhadap permasalahan umat, bangsa, dan negara,” katanya.

Kata Zainut, program itu merupakan kolaborasi empat Direktorat yakni, Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Direktorat Penerangan Agama Islam, Direktorat Zakat dan Wakaf, Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah serta kesekretariatan yang dilakukan sejak tahun 2018.

“Dampak dari program ini menjadi luas dan bermanfaat untuk seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini juga adalah cermin dan bukti pengamalan dari nilai-nilai islam rahmatan lil alamin, inti dari ajaran islam adalah mengajak seluruh umat manusia, untuk memiliki tidak hanya kesadaran, tetapi juga kemauan dan kemampuan untuk memberikan manfaat kepada sesamanya,” ujarnya.

Zainut mengatakan, program percontohan daerah binaan ini bentuk Kemenag semakin dekat dengan umat dan masyarakat.

“Alasan Kemenag menghadirkan program percontohan daerah binaan di Provinsi Sulteng, bertujuan untuk memperkuat penerimaan terhadap keragaman atau kemajemukan, sekaligus mempromosikan moderasi beragama yang sudah terus dilakukan. Kemudian melestarikan pandangan dan tradisi keagamaan yang ramah dengan budaya lokal,” jelasnya.

Selain itu kata dia, bentuk pengejawantahan misi Ditjen Bimais yang merupakan turunan dari misi dan visi Presiden RI untuk meningkatkan layanan bimbingan keagamaan dan pemberdayaan potensi umat islam Indonesia.

“Program percontohan merupakan bukti bahwa negara telah hadir dalam menetaskan kemiskinan, sekaligus menjaga dan memelihara esensi ajaran islam yang hakekatnya peduli pada sesama. Selain itu, program percontohan adalah bentuk penegasan kemenag yang semakin dekat dengan umat dengan masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan itupula Wamenag RI, Zainut, juga meluncurkan program kampung zakat di Donggala. Tujuanya adalah untuk membangun masyarakat yang mandiri dan kuat, melalui pemberdayaan masyarakat berbasis dana zakat, infak, dan sedekah, baik secara ekonomi, pendidikan, pembinaan keagamaan (dakwah), kesehatan, dan sosial kemanusiaan.

“Program ini didesain selama kurun waktu tiga tahun, yakni fase perintisan, pelaksanaan, dan selanjutnya adalah kemandirian,” katanya.

Zainut juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak, pemerintah daerah, Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah menjalin sinergi, agar kesejahteraan masyarakat terus meningkat dan terus mengupayakan agar usaha produktif masyarakat bisa diperkuat.

“Saya sangat mengharapkan pemerintah daerah juga memberikan dukungan secara aktif, agar program ini berjalan berkelanjutan minimal dalam kurun waktu tiga tahun, sehingga daerah ini benar-benar menjadi daerah percontohan,” ungkapnya.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Kepala Bidang Bimais Kemenag Sulteng, Muh.Ramli, Plt Kepala Kantor Kemenag Donggala, Gasim Yamani, Kodim Donggala, Kapolres Donggala, Kepala KUA se Donggala, Camat, tokoh adat, tokoh masyarakat, majelis ta’lim.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas