Home Nasional

Pendamping Jemaah Lansia Akan Diatur

275
Wawan Djunaedi. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kasubdit Advokasi Haji Kemenag RI, Wawan Djunaedi, mengungkapkan, sesuai Undang-Undang (UU) Haji, menyebutkan, jemaah lansia Haji harus ada pendamping.

“Nanti kita atur lebih rinci utamanya lansia yang bersiko tinggi (risti), sehingga tugas kita tidak kewalahan. Olehnya itu, akan diatur di dalam peraturan Menteri Agama (Menag RI), dan saat ini kita lagi susun, semoga bisa cepat aturan itu, sehingga bisa operasional,” kata Wawan, di Palu, belum lama ini.

Menurut Wawan, pendamping haji ini tentunya dari mahramnya atau turunannya, seperti istrinya, anaknya, mertua, yang jelas dari unsur keluarganya.

“Jadi sebenarnya mahram ini sudah berjalan, tetapi ke depan akan kita atur, contoh, usulan pendampingnya satu jenis kelamin, walaupun mahram, bisa saja tidak bisa satu jenis kelamin. Ternyata evaluasi lapangan terjadi kesulitan, maka nanti kita akan usulkan ke Pak Dirjen, apakah memang bisa satu kelamin atau tetap seperti sekarang, boleh berbeda kelamin,” ujarnya.  

Selain itu, kata Wawan, untuk haji 2020, pemerintah mengupayakan sejumlah perbaikan-perbaikan, diantaranya, pemerintah akan bekerjasama dengan Arab saudi untuk penambahan konsumsi jemaah haji Indonesia dari 40 kali menjadi 50 kali.

“Sehingga semua jemaah ketika di Mekkah H-3 Armuzna dan H+2 Armuzna yang sebelumnya belum dapat makanan, akan dikasih makan, sehingga tidak kebingungan lagi, inilah salah satu inovasinya,” katanya.

Kemudian kata Wawan, informasi dari Tim Menteri Agama RI, semoga tahun depan Arab Saudi bisa merealisasikan 60 ribu MCK, sehingga jemaah haji Indonesia ketika di Armuzna bisa lebih nyaman.

“Tetapi semua ini adalah hasil pembicaraan, semoga Allah SWT membantu, sehingga jemaah haji kita bisa lebih baik. Insyaallah semua rencana yang diusulkan ini dapat terealisasi 2020,” ujarnya.

Wawan mengatakan, untuk peningkatan layanan tahun ini difokuskan pada peningkatan kualitas manasik, sebagaimana diamanatkan Menetri Agama RI, bahwa indeks kepuasan haji dari testimoni jemaah sudah sangat memuaskan.

“Tetapi kita tidak boleh berhenti disitu, maka tahun depan kita fokusnya kepada peningkatan kualitas manasik. Makanya kita punya program manasik sepanjang tahun, sehingga jemaah haji kita lebih mantap fiqih hajinya,” katanya. 

Mengenai ketambahan kouta, kata Wawan, sesuai hasil MoU, kouta jemaah haji Indonesia untuk sementara tahun depan masih tetap sebesar 2.021 ribu. Namun Menag RI masih berusaha ada ketambahan kouta 10 ribu lagi seperti tahun kemarin.

“Hal ini juga menjadi masalah jika kita usulkan 10 ribu lagi, karena di Armuzna-nya tidak ada penambahan tenda bertingkat, kasihan jemaah, sehingga ini dilema. Di satu sisi, pemerintah ingin memperpendek masa antrian, tetapi ketika otoritas Saudi tidak menambah fasilitas di Mina, kasihan jemaah juga. Makanya pemerintah tidak mau menyusahkan jemaah dari desak-desakan itu,” jelasnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas