Home Nasional

Melalui Training LK 2 HMI, Memupuk Potensi Intelektual

1128
Salah satu pematri, AKBP Sirajudin Ramli, pada LK 2 HMI tingkat nasional ydi Aula Kantot Bapelkes Sulteng. (Foto: Ist/ Panpel LK2 HMI)

Palu, Metrosulawesi.id –  Bertempat di Aula Balai Kantor Balai Kesehatan (Bapelkes) Sulawesi Tengah, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palu, menggelar   Intermediate Training  (Latihan Kader 2). Kegiatan yang berlangsung selama sepekan ini (10-17 Desember 2019) diikuti sedikitnya 29 peserta dari berbagai utusan HMI Cabang di Indonesia.

Ketua Panitia Pelaksana, Trisetiawan, mengatakan, Latihan Kader 2 ini, merupakan jenjang pengkaderan lanjutan, yang sebelumnya itu dilaksanakan Basic Training (Latihan Kader 1), yang diikuti skalanya di daerah. Namun Intermediate Training,  skalanya tingkat nasional, sehingga dari berbagai cabang HMI datang untuk mengikuti latihan kader 2 tingkat nasional.

“Kegiatan ini membahas tentang pengembangan diri dari setiap kader HMI, selain itu juga kegiatan ini sebagai bentuk follow up dari Basic Training, setelah ini akan dilaksanakan Advance Training (Latihan Kader 3),” jelas Trisetiawan kepada Metrosulawesi.id, Sabtu, 14 Desember 2019.

Peserta LK2 HMI tingkat nasional yang digelar HMI Cabang Palu. (Foto: Ist/ Panpel LK2 HMI)

Peserta LK 2 kali ini,  kata Trisetiawan, dari 29 peserta terbanyak dari Sulawesi, sedang lainnya berasal dari Semarang dan Ambon.

Adapun tujuan dilaksanakan LK 2 ini, Trisetiawan mengungkapkan  sesuai tema adalah terbinanya kader HMI yang mampu mempunyai intelektual untuk memetakan peradaban, dan memformalisasikan gagasan dalam lingkup organisasi.

Lebih jauh, Trisetiawan menerangkan,  bahwasanya, potensi temen-temen yang di godok dari cabangnya masing-masing, di komisariatnya bahkan di didik oleh para master of training, sehingga memiliki etitude yang baik.

Di  LK 2, peserta  dididik dengan diberikan materi-materi oleh narasumber baik dari kalangan HMI itu sendiri maupun mengundang narasumber lainnya yang memiliki kompetensi keilmuan dan profesi yang tidak diragukan lagi.

Pemateri pada LK2 HMI menerima cendramata dari panitia. (Foto: Ist/ Panpel LK2 HMI)

‘’Apalagi di era globalisasi pasca reformasi, digitalisasi ini, harus lebih mengedepankan intelektual, etika, bahkan saat ini di era media sosial berkemajuan diharapkan dua modal awal tersebut untuk berkehidupan di organisasi, pula untuk umat dan bangsa, ujar Triswtiawan.

Trisetiawan berharap, kepada peserta setelah mengikuti kegiatan Intermediate Training, dapat mampu menjadi moto dan sumber daya bagi HMI itu sendiri.          

“Karena kader keluaran dari Intermediate Training ini, harapannya menjadi tulang pungung bagi organisasi di HMI itu sendiri, dan menjadi kader-kader terdepan dalam menjaga himpunan,” harap Trisetiawan. (*)

Reporter: Moh. Fadel

Ayo tulis komentar cerdas