Home Donggala

Kakek Cabuli Bocah Kakak Adik

379
Kasat Reskrim Polres Donggala AKP Ardi Agung Permadi, SH,SIK didampingi Kanit PPA Gunawan konferensi pers terkait kasus pencabulan anak di bawah umur, Kamis (12/12/2019). (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

  • Polres Donggala Tangani 19 Kasus Pencabulan

Donggala, Metrosulawesi.id – Dua kakek berurusan dengan hukum karena mencabuli anak di bawah umur. Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Balaesang.

Salah satu tersangka Talibe alias Pance kepada Metrosulawesi, Kamis (12/12) di Polres mengatakan, menyesali tindakannya yang telah ia lakukan kepada salah satu anak yang masih bersekolah.

“Saya menyesal pak sudah melakukan perbuatan ini, dan tidak akan mengulangi perbuatan ini,” katanya.

Pria 64 tahun ini melancarkan aksinya kepada korban dengan iming-iming uang sebesar Rp5 ribu.

“Saya sudah sembilan tahun menduda pak. Saya menyesal pak, tidak hamil juga itu anak,” katanya.

Pengakuan sama yang diutarakan tersangka lainnya Rusmin alias Cagai. Kakek ini mencabuli anak berusia 13 tahun hingga hamil.

“Saya sudah duda tujuh tahun pak, yang saya perkosa ini adalah adik yang diperkosa Talibe alias pance, jadi kami berdua ini menggagahi kakak beradik, saya menyesal pak,” tuturnya.

Dua tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

Sementara itu, Polres Donggala merilis data sepanjang 2019 telah menangani 19 kasus pemerkosaan/ pencabulan. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Korbannya adalah anak di bawah umur.

“Kasus pemerkosaan atau pencabulan hingga akhir tahun mengalami peningkatan sebesar 80% jika dihitung-hitung selama sebulan sekitar dua kasus pemerkosaan yang diproses,” kata Kasat Reskirim Polres Donggala AKP Ardi Agung Permadi,SH,SIK kepada wartawan di Donggala, Kamis (12/12).

Dia menguraikan, kasus pemerkosaan atau pencabulan rata-rata yang menjadi korban adalah anak di bawah tercatat dari tahun 2015 ada 4 kasus pemerkosaan. Pada tahun 2016 meningkat menjadi 11 kasus. Kemudian pada 2018 ada delapan kasus dan tahun 2019 meningkat menjadi 19 kasus pemerkosaan/ pencabulan.

“Tingginya kasus pemerkosaan atau pencabulan di wilayah hukum Kabupaten Donggala harus menjadi perhatian kita bersama. Polisi tidak bisa bekerja sendiri, peran masyarakat luas juga dibutuhkan dalam memberantas tindak kriminal di wilayah hukum Donggala utamanya tindak kekerasan kepada anak di bawah umur yang berujung pada pemerkosaan atau pelecehan seksual,” jelasnya.

Ditambahkan, kasus pemerkosaan atau pencabulan disangkakan dengan hukuman kurungan paling lama 15 tahun denda 5 miliar.

“Para tersangka pemerkosaan/pencabulan disangkakan pasal 81 UU perlindungan anak,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas