Home Palu

Antrian Solar Terus Terjadi, Pertamina: Sulteng Over Kuota

384
KANTOR BARU - GM MOR VII PT Pertamina (Persero) Sulawesi Chairul Alfian Adin bersama Ketua DPC VII Hiswana Migas Sulteng Denny Chandra, Ketua DPD VII Hiswana Migas Sulawesi Hasbidin HS, Staf Ahli Gubernur Bidang SDM dan Pengembangan Kawasan dan Wilayah Sulteng, Ikhwan menggunting pita saat peresmian Kantor DPC VII Hiswana Migas Sulawesi Tengah yang baru di Jalan Garuda, Kota Palu, Kamis 12 Desember 2019. (Foto: Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.id – Sudah sejak sebulan terakhir ini, antrian kendaraan pengguna BBM jenis solar terjadi di hampir setiap SPBU di Kota Palu. Sementara, pihak Pertamina mengklaim pasokan solar ke Sulteng sudah over kuota.

Pantauan Metrosulawesi, Kamis siang 12 Desember 2019, antrian kendaraan pengguna solar masih terjadi. Di SPBU Jalan Pramuka misalnya, antrian kendaraan yang didominasi truck dan bus angkutan umum mengular sampai ke depan Markas Korem 132 Tadulako. Kondisi yang sama juga terjadi di SPBU Jalan Martadinata Palu. Di sini, antrian kendaraan memanjang ke selatan hingga melewati Polsek Palu Timur. Pun di SPBU Jalan Sisingamangaraja dan Jl Kartini. Antrian truk dan bus mengular. Di SPBU Jalan Imam Bonjol, antrian truk tembus ke Jalan Diponegoro.

Antrian solar itu terjadi karena pihak SPBU kehabisan stok. Aco, salah seorang sopir truk mengaku, antri sejak pagi.

“Kami terpaksa ngantri pak, karena pihak SPBU menunggu pasokan solar dari Pertamina,” kata Aco.

Terpisah, pihak Marketing Operation Region (MOR) VII PT Pertamina (Persero) Sulawesi menyatakan per November 2019, konsumsi solar di Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah over kuota sebesar 8,6 persen dari kuota 123 ribu Kiloliter (KL). Meski demikian, Pertamina memastikan tetap akan memasok stok dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak perlu khawatir dan tetap bersikap normal saja dalam mengkonsumsi BBM solar.

“Pertamina sudah ada tim khusus atau satgas yang dibentuk untuk mengecek stok dan jalur distribusi berjalan lancar. Tahun ini tim bergerak lebih awal dari biasanya. Seminggu sebelum Desember tim sudah bergerak. Dari tim tersebut nantinya akan diketahui daerah mana saja yang memerlukan tambahan stok BBM,” kata Unit Manager Communication Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan usai peresmian kantor baru DPC VII Hiswana Migas Sulawesi Tengah, di Palu, Kamis 12 Desember 2019.

Hatim menjelaskan, Sulawesi Tengah menempati urutan ketiga konsumsi solar di Sulawesi (enam provinsi) yaitu 13 persen. Tertinggi Sulsel dan Sulut lalu Sulteng dengan selisih hanya satu persen. Per akhir November, konsumsi solar di Sulawesi Tengah sudah over kuota. Pertamina tetap memastikan akan menyalurkan solar dan BBM lainnya. Dengan kata lain, mohon dikoreksi kalau ada kesan pertamina mengurani kuota. Itu tidak ada karena kuota itu ditentukan pemerintah melalui ESDM atas usulan pemerintah daerah.

“Konsumsi solar di Sulawesi Tengah dari kuota 123 ribu KL per tahun dan sudah over kuota 8,6 persen. Masyarakat tidak usah khawatir dan takut. Pertamina tetap akan menyalurkan dan tidak perlu takut. Masyarakat diminta konsumsi solar seperti biasa saja. Biasanya antrean memicu masyarakat untuk membeli banyak,” kata Hatim lagi.

Untuk Natal dan Tahun Baru, Pertamina memberikan atensi bagi daerah-daerah yang banyak merayakannya.

“Kalau di Sulawesi Tengah itu ada penambahan stok untuk Kabupaten Poso. Bukan hanya itu, menjadi atensi khusus karena banyak yang merayakan Natal yaitu Toraja (Sulsel) serta Manado (Sulut). Penambahan tidak lebih dari lima persen dan Pertamina sudah menyiapkan tambahan. Masyarakat tidak perlu khawatir, tidak usah berlebihan. Biasa saja karena stok minyak dan gas tetap akan disiapkan oleh Pertamina,” kata Hatim.

Hatim menambahkan, Kota Palu terbesar mengkonsumsi solar yaitu 20 persen dari 13 kabupaten/kota dari. Kota Palu memang mengkonsumsi 13 persen dari over kuota 8,6 persen konsumsi solar di Sulawesi Tengah saat ini. Tetapi masyarakat tidak perlu khawatir karena Pertamina tetap akan menyiapkan.

Selain Natal dan Tahun Baru, kata Hatim, karena ini akhir tahun dan anak sekolah juga liburan, Pertamina juga akan mengantisipasi daerh tujuan wisata dan menyiapkan tambahan stok.

“Kita ingin masyarakat yang merayakan Natal, Tahun Baru maupun yang belibur bisa tenang menjalankan ibadah dan menikmati liburan tanpa harus khawatir dengan kesulitan mendapatkan BBM,” ujar Hatim.

Hiswana Migas Kaji Kenaikan HET Gas 3 Kg

Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Wilayah VII Sulawesi sedang mengkaji kemungkinan akan kenaikan atau penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) khusus elpiji 3 kilogram. Kajian itu nantinya akan diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing untuk dibahas. Kenaikan diprediksi antara 5 sampai 10 persen dari HET saat ini.

“Kenaikan itu mengacu pada perubahan harga spare parts kendaraan dan upah minimum propinsi (UMP). Itu dasarnya terjadi usulan atau kajian dilakukan penyesuaian harga,” kata Ketua DPD VII Hiswana Migas Sulawesi Ir Hasbidin HS di Palu, Kamis 12 Desember 2019.

Selain itu, ada penambahan biaya (cost) bila angkutan melebihi 60 kilometer. Prediksi kenaikan antara 5 sampai 10 persen. Seperti HET di Kota Palu sebesar Rp16 ribu, bisa saja naik seribu rupiah. Perubahan kenaikan itupun nantinya masih ada tawar-menawar dengan pemerintah provinsi sebelum disetujui.

Khusus masyarakat pascabencana, meski memungkinkan terjadi penundaan tetap akan dilakukan nantinya bilamana disetujui oleh pemerintah daerah.

“Sebenarnya yang sering dibilang langka itu tidak benar karena distribusi itu sudah sesuai dengan kuota. Tetapi bisa saja tidak tepat sasaran sehingga disebutlah langka,” kata Hasbidin.

Sementara itu, Unit Manager Communication Pertamina MOR VII Hatim Ilwan mengatakan perubahan atau kenaikan HET itu tinggal diikuti saja bila sudah ada keputusan dari pemerintah daerah atas usulan dari Hiswana Migas. Biasanya kenaikan itu mengacu para kenaikan spare parts kendaraan, jarak (ring I,II, III) angkutan elpiji.

“Perubahan atau kenaikan HET itu nantinya akan melalui kajian dan diajukan kepada pemda setempat,” kata Hatim.

Untuk tahun 2019, volume kuota elpiji 3 kilogram di Sulawesi Tengah sebesar 47.311 metrikton (MT). Terbesar di Kota Palu sebesar 12.234 MT disusul Banggai Daratan 7.228 MT, Parigi Moutong 6.417 MT, Donggala 5,240 MT, Sigi 3.544 MT, Tolitoli 3.090 MT, Poso 2.856 MT, Tojo Unauna 2,012 MT, Morowali Utara 1.596 MT, Morowali 1.581 MT, dan Buol 1.515 MT.

Reporter: Pataruddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas