Home Parigi Moutong

Proyek GOR Jonokalora Lewati Tenggat

465
Wakil Ketua DPRD Parimo Faisan kunjungan ke lokasi proyek pembangunan GOR di Desa Jonokalora Kecamatan Barat. (Foto: Zulfikar/ Metrosulawesi)

  • Disporapar Harus Segera Koordinasi Kemenpora

Parimo, Metrosulawesi.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke lokasi pembangunan Gedung Olahraga (GOR) di Desa Jonokalora Kecamatan Barat. Proyek itu dikerjakan oleh PT. Ditaputri Waranawa, menggunakan DAK 2019 sebesar Rp 9 miliar dengan waktu pekerjaan selama 120 hari kelender atau 16 Agustus 2019 hingga 13 Desember 2019.

“Pekerjaan tersebut baru masuk 57 persen, karena saya juga sudah koordinasi dengan pengawas pekerjaan ini bahwa mereka sudah melakukan permohonan ke Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) untuk penambahan waktu 50 hari walaupun mereka membayar denda. Saya yakin jika pekerjaan mereka ditambah 50 hari pekerjaan mereka bisa sampai 80 persen, dan sisanya 20 persen itu kurang pintarnya Kepala Disporapar Parimo sebagai penanggung jawab untuk melakukan koordinasi dengan pihak Kemenpora RI sebelum waktu kontrak pekerjaan selesai,” kata Wakil Ketua DPRD Parimo Faisan kepada Metrosulawesi saat meninjau GOR di Desa Jonokalora, Rabu 11 Desember 2019.

Faisan mengatakan, bahwa yang bikin lambat pekerjaan itu menurut Pengawas Pembangunan GOR disebabkan ready mix susah, karena semua diambil dari Kota Palu.

“Kalau yang lain semuanya siap karena ada di Parigi. Apalagi pekerja yang ada di pembangunan ini kurang lebih 80 orang yang kerjanya siang malam untuk mengejar target waktu yang sudah ditentukan,” ujar Lelo sapaan akrabnya.

Faisan menambahkan, bahwa dari hasil Kunkernya pada pembangunan GOR itu, Alhamdulillah tidak ada keganjalan pada pembangunannya, semua sesuai dengan petunjuk pelaksanaannya.

“Untuk itu, saya selaku wakil ketua DPRD Parimo, menegaskan agar Kepala Disporapar Parimo segera melakukan koordinasi dengan pihak Kemenpora untuk meminta solusinya, karena kita ketahui pekerjaan itu dimulai sejak bulan Agustus, tetapi pekerjaan ini baru dimulai bulan September 2019 lalu. Sehingga dengan singkatnya waktu yang hanya tiga bulan itu, saya yakin pekerjaan ini tidak akan selesai, maka dari itu kepala Disporapar Parimo sebagai penanggung jawab agar segera mungkin melakukan koordinasi di Kemenpora. Jika itu tidak dilakukan maka untuk melanjutkan pekerjaan itu akan ditanggung APBD,” tegasnya.

Reporter: Zulfikar
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas