Home Donggala

Puluhan Penyu Hijau Dilepas di Tengah Laut

213
MELEPAS PENYU HIJAU - Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol Drs. Nurwindiyanto, M.M, DirPolairud Polda Sulteng, Kombes Polisi Indra Rathana, S.IK, perwakilan dari Kejati Sulteng, Ahli BKSDA, Kepala BKIPM, DKP Sulteng, saat melepas liarkan puluhan Penyu Hijau, di perairan Tanjung Karang, Donggala, Selasa 10 Desember 2019. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Sebanyak 21 Ekor hewan langka jenis Penyu Hijau (Chelonia Mydas), kembali dilepas-liarkan di perairan Tanjung Karang, Kabupaten Donggala, Selasa 10 Desember 2019. Puluhan hewan yang dilindungi itu merupakan barang bukti hasil sitaan dari tersangka penyeludupan, yang diamankan Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulteng, beberapa waktu lalu.

Pelepas-liaran 21 penyu hujau itu dilakukan dengan cara, melepaskanya langsung ke tengah laut dari atas kapal angkut milik Ditpolairud Polda Sulteng, yang dihadiri Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol Drs. Nurwindiyanto, M.M, DirPolairud Polda Sulteng, Kombes Polisi Indra Rathana, S.IK, perwakilan dari Kejati Sulteng, Ahli BKSDA, Kepala BKIPM, DKP Sulteng, dasn sejumlah Jurnalis.

Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol Nurwindiyanto mengatakan, penangkapan terhadap pelaku tersebut merupakan hasil kerja sama antar-masyarakat Kabupaten Banggai Bersaudara dengan DitPolairud Polda Sulteng.

“Kami sangat mengapresiasi karena ini bisa menjadi kegiatan yang nantinya akan berhubungan dengan masalah kerusakan lingkungan hidup. Dan kami bersyukur kemitraan dengan stakeholder terkait serta masyarakat yang sangat membantu terlaksananya kegiatan ini,” ucapnya.

Nurwindiyanto mengatakan, kasus-kasus seperti ini hampir terjadi di semua pelosok perairan rawan. Dan pihaknya berharap bantuan dan kerja sama semua pihak dalam menjaga lingkungan laut. “Mari bersama kita menjaga kelestarian lingkungan,” imbaunya.

DirPolairud Polda Sulteng, Kombes Polisi Indra Rathana, S.IK, menjelaskan, yang dilepas-liarkan ini sebanyak 21 ekor Penyu Hijau, dari jumlah total penyu hijau yang diamankan dari tersangka sebanyak 23 ekor.

“Ada dua ekor penyu hijau yang mati, saat dibawa dari Kabupaten Banggai ke Palu,” ucapnya.

Untuk umur dari sejumlah penyu hijau itu, Kombes Polisi Indra Rathana, S.IK mengatakan bahwa diperkirakan antara 10 tahun hingga 80 tahun, dilihat dari besar hewan langka tersebut.

“Dari ukurannya ada kemungkinan sudah berumur hingga 80 tahun atau lebih,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulteng, berhasil menggagalkan penyeludupan 23 ekor hewan langka jenis Penyu Hijau (Chelonia Mydas), dan mengamankan satu orang tersangka, saat Polairud Unit Luwuk, melakukan Patroli di wilayah Perairan Banggai Kepulauan, pada Selasa tanggal 3 Desember 2019.

Penagkapan terhadap tersangka kasus penyuludupan hewan langka itu, berawal dari laporan masyarakat yang menyatakan bahwa sering terjadi penyeludupan Penyu di wilayah tersebut, dan saat personel Polairud Unit Luwuk, yang melakukan patroli laut, melihat satu buah kapal motor, tanpa nama.Saat di lakukan pemeriksaan, petugas menemukan sebanyak 23 ekor penyu jenis Penyu Hijau yang dilindungi, dan masih dalam keadaan hidup.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas