Home Hukum & Kriminal

Kepala SMAN 1 Poso Tersangka Kasus Pungli

504
Ilustrasi. (Grafis: Dok Metrosulawesi)

Poso, Metrosulawesi.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Poso menetapkan Kepala SMA Negeri 1 Poso sebagai tersangka kasus dugaan pungutan liar (pungli) di SMA Negeri 1 Poso. Penetapan ini dilakukan usai pihak penyidik Kejari Poso meningkatkan kasus perkaranya dari penyelidikan ke penyidikan.

“Iya, memang sejak 18 November status perkara itu telah ditingkatkan. Namun tersangkanya adalah Kepala SMA 1 Poso berinisial H dan baru secara resmi ditetapkan oleh penyidik Kejari Poso,” kata Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Poso Eko Nugroho, baru-baru ini.

Eko menjelaskan,  penetapan tersangka dalam kasus dugaan pungli dalam pungutan pembiayaan pendidikan tersebut sekaligus dengan penerbitan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP), yang telah dikirimkan kepada pihak Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

Dengan demikian kasus ini terus didalami dengan meminta keterangan dari saksi ahli dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah di Palu, termasuk kesaksian ahli lainnya.

Penyidik menilai ada beberapa hal yang diduga menyalahi aturan. Selain pungutan dana komite, di sekolah tersebut juga terjadi pungutan uang les sebesar Rp 350 ribu bagi siswa kelas XII. Bahkan, pada tahun pelajaran 2017/2018, pihak sekolah memungut dana masuk sekolah sebesar Rp 400 ribu per siswa.

Dalam perkara ini tersangka akan dijerat dengan Pasal 55 dan 52 dan Pasal 12 huruf e Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan, serta Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Poso, Hasbolla, mengaku dirinya sudah tiga kali dimintai keterangan oleh pihak Kejaksaan Negeri Poso.

“Sudah tiga kali saya berikan keterangan di kejaksaan,” ujarnya.

Saat memberi keterangan di depan penyidik, kata Hasbollah, ia menjelaskan panjang lebar mengenai tudingan pungli tersebut. Pada prinsipnya pungutan dana itu memang ada tapi peruntukannya untuk dana transportasi bagi guru les.

Sedangkan untuk pungutan dana penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2017/2018, itu bukan wewenangnya karena saat itu dirinya belum menjabat Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Poso.

“Tapi ada panitianya,” ujarnya.

Adapun soal pungutan dana komite SMA Negeri 1 Poso, menurutnya nilainya relatif sangat rendah, hanya Rp 50 ribu per siswa.

“Jumlah siswa saat ini seluruhnya 672 orang,” kata Hasbollah.

Untuk kasus ini, beberapa guru di sekolah yang dipimpinnya juga telah dimintai keterangan oleh penyidik Kejari Poso.

Reporter: Saiful
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas