Home Palu

Data Bayi Baru Lahir Sulit Diperoleh

174
Rosida Thalib. (Foto: Metrosulawesi/ Moh. Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Dalam sistem pelayanan jemput bola atau mobile, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palu tidak hanya menyasar sejumlah kecamatan dan kelurahan di Kota Palu, namun juga menyasar beberapa Rumah Sakit (RS) atau Puskesmas untuk melayani masyarakat yang mengurus dokumen kependudukan, seperti Akte Kelahiran dan Kartu Keluarga. 

Namun, Kepala Disdukcapil Kota Palu, Rosida Thalib, mengaku, masih sangat sulit mendapatkan akte kelahiran bayi yang baru lahir hingga saat ini. Hal itu disebabkan karena minimnya tenaga atau petugas yang melayani masyarakat di wilayah tersebut.

“Meskipun kami telah membangun jaringan dengan RS dan Puskesemas, tetapi kami masih sulit melayani secara keseluruhan. Bahkan petugas di Puskesmas atau Rumah Sakit masih merasa bukan tupoksinya dalam mendata bayi yang baru lahir, sehingga mereka tidak terlalu melayani secara fokus,” kata Rosida di Palu belum lama ini.

Olehnya itu, kata Rosida, kemungkinan petugas-petugas di RS atau Puskesmas akan diberikan reward atau bonus yang dananya mungkin lewat Disdukcapil, sehingga lebih semangat lagi melayani masyarakat dalam kepengurusan dokumen kependudukan masyarakat di RS.

“Tujuan dari pelayanan di RS dan Puskesmas ini adalah untuk percepatan pencetakan akte kelahiran dan memperbarui data KK masyarakat. Kami inginkan nama bayi yang baru lahir itu sudah ada namanya, sehingga data di BPJS sudah sama dengan Dukcapil yang berdasarkan akte kelahiran,” ujarnya. 

Rosida mencontohkan, misalnya bayi yang baru lahir itu datanya masih menggunakan bayi dari ibu si-A, maka data itu terbilang belum lengkap, olehnya itu masyarakat diharapkan sudah menentukan nama si bayi yang baru lahir, sehingga sudah dapat dikeluarkan akte kelahirannya.

“Kebiasaan orang tua itu setelah anak di aqiqah baru ditetapkan nama si-bayi, namun kedepannya diharapkan sudah ditentukan nama si-bayi, sehingga nanti orang tua si bayi tidak perlu lagi ke Kantor Dukcapil Palu, menunggu saja di RS, nanti petugas RS akan mengirimkan data mereka dengan foto lewat ponsel untuk KTP dan KK mereka,” jelasnya.

Pada umum kata Rosida, Dukcapil siap membuatkan akte kelahiran si bayi dan KK yang akan diperbarui untuk dimasukan nama anaknya. Hal ini tentunya mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan.

“Proses-proses itu akan saya lakukan, karena tujuannya adalah mempermudah masyarakat, karena tidak perlu lagi datang ke kantor Disdukcapil Kota Palu isi formulir. Semua nanti di rumah sakit akan di uruskan, nanti kita yang akan bantu membuat dokumen akte kelahiran si bayi yang baru lahir itu,” katanya.

“Seperti di RS Anutapura, kita sudah melakukan kerjasama kemarin, dan petugas di rumah sakit itu sudah mulai mengirimkan data ke kami lewat aplikasi Whatsapp. Hal inilah yang perlu dilakukan dalam rangka mempercepat pembuatan akte kelahiran,” ungkapnya.

Selain itu kata Rosida, pelayanan Disdukcapil Palu sudah mulai dibenahinya, antrean-antrean masyarakat sudah tidak terlalu banyak seperti tahun-tahun sebelumnya. sebab Disdukcapil Palu belum lama ini telah diberikan izin oleh pusat untuk menambah petugas sebanyak 32 operator.

“Sebelumnya hanya 5 petugas yang diizinkan untuk mengurus dokumen kependudukan, sekarang kami diizinkan untuk melayani masyarakat dengan jumlah 32 operator. Olehnya itu warga yang melakukan antrean di Disdukcapil sudah tidak terlalu lama lagi, karena saya mulai benahi, sehingga lebih mempermudah masyarakat,” ujarnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas