Home Sigi

Camat Tetap Waspada Banjir Lumpur di Desa Poi

254
Camat Dolo Selatan, Jalil dan Ketua DPRD Sigi, Moh Rizal Indjenae di lokasi banjir lumpur belum lama ini. (Foto: Ist)

Sigi, Metrosulawesi.id – Camat Dolo Selatan Jalil mengungkapkan, saat ini harus tetap diwaspadai banjir lumpur. Sebab, kata dia pascabencana gempa bumi dan likuefaksi yang terjadi di Kabupaten Sigi, 28 September 2018, terjadi sedimen di pegunungan sekitar Desa Poi yang berpotensi turunnya material-material yang akan berdampak buruk bagi warga setempat.

Jalil mengatakan, bencana banjir bandang seperti ini akan menjadi “bom waktu” bagi masyarakat setempat. Apalagi sekarang musim hujan.

“Yang kita takuti, ini (banjir lumpur) merupakan bom waktu bagi masyarakat sekitar. Ini kan sedimen di Desa Poi sudah kejadian dari tahun lalu. Sekarang kan sudah masuk musim hujan, ini berpotensi akan turun puluhan hektar tanah di atas,” ujar Jalil dihubungi Metrosulawesi, Selasa 10 Desember 2019.

Sementara itu, pascabencana banjir bandang yang terjadi di Desa Poi, Kecamatan Dolo Selatan, Ahad, 8 Desember 2019 yang mengakibatkan puluhan rumah warga terendam lumpur, sudah kembali kondusif.

“Kondisi sekarang, pascabencana yang terjadi sudah bisa diatasi karena sudah ada alat berat bekerja di sana untuk menanggulangi melakukan normalisasi aliran sungai,” ujar Camat Dolo Selatan.

Selain itu, pemerintah setempat, NGO serta relawan sudah memberikan bantuan logistik untuk korban banjir bandang di Desa Poi.

“Beras, minyak goreng, telur, sabun termasuk perlengkapan bayi juga sudah dibantu,” terangnya.

Data korban terdampak yang sebelumnya 13 kepala keluarga (kk) kini sudah berambah menjadi 27 KK dengan jumlah 71 jiwa, sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman.

“Kami sudah ungsikan ke tempat aman,” ucapnya.

Selain aktivitas masyarakat yang sudah kembali bekerja seperti biasanya, belajar mengajar anak sekolah dan guru pun juga kembali seperti biasa.

“Untuk sekarang ini, anak sekolah masih sekolah terus, karena ini baru sebagian kecil saja yang kena sebelah utaranya,” tuturnya.

Reporter: Ariston Aporema Sorisi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas