Home Ekonomi

Alfamidi Buka Kelas Ritel di SMKN 2 Palu

177
Sekretaris Provinsi Sulteng Hidayat Lamakarate (kanan) berbincang dengan 'petugas' Alfamidi di SMKN 2 Palu. Alfamidi membuka kelas atau laboratorium pertama kalinya di Indonesia dan diawali di Palu, Selasa, 10 Desember 2019. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.id – PT Midi Utama Indonesia Tbk sebagai pemilik gerai waralaba Alfamidi, Selasa (10/12/19) membuka laboratorium ritel pertama di Kota Palu.

Kepala Cabang Alfamidi Sulawesi Tengah, Heribertus Ari mengungkapkan laboratorium ritel tersebut ditempatkan di SMKN 2 Palu. Disamping itu, dilaksanakan juga penandatanganan kerja sama dalam hal kurikulum ritel.

“Ini sebagai wujud komitmen Alfamidi dalam bidang pendidikan. Kami bangga akhirnya dapat merealisasikan kurikulum ritel ini di SMKN 2 Palu. Ini merupakan sekolah ke-24 secara nasional dan yang pertama di Kota Palu,” ungkap Heribertus Ari.

Lanjut Heribertus, kurikulum ritel merupakan mata pelajaran tambahan untuk jurusan pemasaran di SMKN 2 Palu. Sedangkan, dikatakannya, kurikulim ini sudah diakui oleh Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.

“Untuk kurikulum ritel ini hanya akan dibuka untuk satu kelas. Jadi, tidak semua siswa jurusan Pemasaran dapat mengikuti kurikulum ini. Hanya mereka yang lulus seleksi dan jumlahnya dibatasi hanya 40 siswa atau satu kelas,” jelas Heribertus.

Lebih lanjut Heribertus menjelaskan bahwa pembatasan tersebut terkait dengan kebutuhan dan jumlah pengajar yang masih terbatas. Pengajar ini adalah guru SMKN 2 Palu yang sebelumnya ditraining oleh pihak Alfamidi. Sementara itu, nilai lebih yang didapat oleh siswa yang mengambil jurusan ritel ini adalah mereka akan mendapatkan akses langsung bekerja di jaringan Alfamidi tanpa test.

“Ini keunggulan yang kami tawarkan, mereka bisa langsung bergabung dengan Alfamidi tanpa test dengan level setingkat lebih tinggi dari pendaftar umum,” paparnya.

Selain kurikulum ritel, Alfamidi juga menghibahkan laboratorium ritel yang dapat digunakan siswa untuk praktek. Laboratorium ini bentuknya toko kecil yang didesain sama persis dengan toko Alfamidi. Hanya saja, laboratorium ritel tersebut masih offline, tidak online seperti toko Alfamidi biasa.

“Dari hibah ini, sekolah khususnya siswa ritel harus dapat mengelolanya baik dari sisi ketersediaan barang maupun manajemennya seperti yang telah mereka dapatkan di kelas ritel,” tutur Heribertus.

Ia berharap, para siswa jurusan ritel nantinya setelah lulus bisa memiliki ilmu dasar ritel yang dapat dipraktekan baik untuk berbisnis sendiri maupun di jaringan Alfamidi.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas