Home Sulteng

Kadis Bantah Potong Gaji Guru

274
Alimuddin SE , MSi. (Foto: Saiful/ Metrosulawesi)

Touna, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Tojo Una Una Alimudin Mohammad membantah pihaknya akan memotong  gaji guru dalam rangka memenuhi anggaran kegiatan olahraga dalam kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun ke-16 Kabupaten Touna.

Hal itu dikemukakan terkait informasi yang beredar di medsos  tentang pemotongan uang honorer guru. 

“Informasi beredar di media sosial itu semuanya salah dan tidak benar. Saya bisa mempertanggungjawabkan, karena seorang guru sekolah dasar dua empat yang pertama kali mengekpose di Facebook hanya menerima informasi dari kepala sekolahnya,” kata Kadis Dikpora.

Alimudin Mohammad menjelaskan, sebelumnya para kepala sekolah telah melakukan menggelar rapat bersama korwil pendidikan dan para pengawas. 

“Tindakan pelaksanaan rapat itu, menindaklanjuti hasil pertemuan dengan saya di Dinas Dikpora, untuk membicarakan persiapan persiapan  untuk menghadapi kegiatan perayaan HUT Kabupaten Tojo Una Una,” ujar Alimudin Mohammad.

Menurutnya,  rapat pertemuan itu dilakukan karena dirinya ditunjuk sebagai koordinator kegiatan seksi olahraga dalam beberapa lomba olah raga di HUT Kabupaten Tojo Una Una.

“Dalam kegiatan itu, Dikpora bersama Dinas Perikanan dan Bagian Hukum bersama guru guru korwil di tiga kecamatan, mereka ini masuk dalam kepanitiaan,” tambahnya.

Dalam tiga kali pertemuan, kata Alimudin Mohammad, telah diputuskan untuk kebutuhan kebutuhan anggaran untuk enam cabang olahraga, sementara piala dan bonus sudah ditanggung oleh pemerintah daerah.

“Kebutuhan anggara lain itu akan dipergunakan untuk perbaikan fasilitas olahraga seperti lapangan voli, bola, net dan bayar wasit, dana kebutuhan itu diusulkan dari masing-masing cabang olahraga,” jelasnya.

Untuk memenuhi anggaran tersebut, maka dilakukan pertemuan bersama panitia dan korwil pendidikan dan guru guru yang masuk dalam kepanitiaan.

“Saya meminta untuk sekolah-sekolah yang ada di tiga kecamatan ini untuk berpartisipasi. Jangan ada kata mengumpulkan sumbangan, itu tidak ada, saya masih punya pikiran mana mungkin saya memotong gaji guru-guru itu,” tegas Kadis Dikpora.

Untuk menafsirkan partisipasi, ketiga Kecamatan Ampana Kota, Ampana Tete dan Ratolindo mempunyai jurus masing-masing untuk mengumpulkan dana.

“Hanya saja, satu Kecamatan Ampana Kota saja mereka punya jurus lain mungkin saja untuk menunjang dana ini maka diambillah dari guru-gurunya, untuk dipotong digaji, padahal bukan seperti itu perintah, tidak ada perintah,” kata Kadis Dikpora.

Menurut Kadis Dikpora, konsep yang mereka terapkan di tiga kecamatan berbeda, dan mereka berkreasi sendiri untuk mengumpulkan dana.  Hanya saja Kecamatan Ampana Kota yang lakukan pemotongan gaji namun itu bukan perintah.

“Hanya Kecamatan Ampana Kota saja , sedangkan Kecamatan Ratolindo dan Kecamatan Ampana Tete tidak ada perintah pemotongan gaji guru, kalau toh ada pemotongan gaji guru mana buktinya,” tekannya sembari menyebut ada unsur atau aroma politik dalam hembusan yang ramai di medsos.

Reporter: Saiful
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas