Home Donggala

Kejari Donggala Segera Tetapkan Tersangka Dana Hibah Pilkada 2018

520
Yuyun Wahyudi. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Donggala segera menetapkan tersangka kasus dana hibah yang dikelola KPU Donggala pada Pilkada Donggala 2018 lalu. Kasus itu kini sudah masuk dalam tahap penyidikan di Kejari Donggala.

“Kasus dana hibah pilkada yang dikelola KPUD tahun 2018 tetap berlanjut. Awal tahun kita akan genjot lagi. Pasti adamtersangkanya. Sudah saya kantongi calon tersangkanya,” kata Kepala Kejari Donggala, Yuyun Wahyudi kepada wartawan di kantornya, Rabu 4 Desember 2019.

Kejari Donggala menargetkan proses penyelesaian kasus itu bisa selesai secepatnya. Awal tahun 2020 diupayakan sudah bisa ditetapkan tersangkanya.

Yuyun mengatakan, keterlambatan penaganan kasus dugaan korupsi dana hibah pilkada 2018 itu, disebabkan keterbatasan personel di Kejari Donggala, sehingga memerlukan waktu menyelesaiannya.

“Tidak ada dihentikan kasus hibah pilkada, tetap lanjut. Januari, kita mulai lagi ke penyidikan,” jelas Kajari.

Ditanya, apakah ada keterlibatan mantan komisioner KPUD sebelumnya dipenyalagunaan dana hibah pilkada tersebut? Yuyun hanya tersenyum dan meminta wartawan bersabar menunggu hasilnya.

“Ini kan kasus korupsi perlu waktu juga menuntaskannya. Tunggu aja lah. Intinya kasus dana hibah pilkada 2018 tetap berlanjut,” tutupnya.

Seperti diketahui, bantuan dana hibah Pilkda Donggala 2018 sebesar Rp 30 miliar. Dari jumlah tersebut, tidak semuanya habis untuk membiayai pilkada. Hasil pemeriksaan awal tahun 2019 pihak KPUD Donggala diduga belum “mengembalikan” sisa dana sebesar Rp1,3 miliar, tetapi di tengah perjalanan angka tersebut meningkat menjadi Rp1,9 miliar.

Pada Februari 2019 lalu, pihak KPUD melalui Kepala Sekretaratnya, Aslan didampingi PPTK-nya, Paskal serta Plt Ketua KPUD kala itu, Taskir Sulaiman, berjanji akan mengembalikan sisa dana hibah tersebut pada akhir tahun 2018. Tetapi tidak dilakukan.

Dalam suatu kesempatan, Rabu 2 Januari 2019 lalu, Wakil Ketua II DPRD Donggala, Abd Rasyid usai berbincang dengan Kepala Dinas Keuangan Donggala, Hatta, kala itu mengaku belum ada informasi dari KPUD perihal sisa dana hibah itu.

“Bagian Keuangan sudah dua kali menyurat ke KPUD. Bahkan pak bupati sendiri sudah turun langsung. Informasi beredar bendahara KPUD Donggala atas nama Kardi “melarikan diri” entah kemana. Olehnya sebagai lembaga pengawasan, jika nantinya terbukti dan memang benar belum mengembalikan sisa dana itu, DPRD akan melakukan presure sesuai aturan berlaku,” kata Abd Rasyid, menirukan kalimat Kadis Keuangan Moh Hatta kala itu.

Selanjutnya, pada 18 Februari 2019, Metrosulawesi sempat mewawancarai Sekretaris KPUD Donggala, Aslan terkait permasalahan tersebut. Dia mengatakan, hasil audit internal KPUD Donggala diperoleh kesimpulan bahwa dana hibah pilkada Donggala tahun anggaran 2018 yang belum dikembalaikan sebesar Rp1,9 miliar.

“Iya benar itu, sudah hitungan final. Kami belum kembalikan dana sebanyak Rp1,9 miliar ke kas daerah,” katanya.

Kata Aslan lagi, jika sebelumnya hitungan di hadapan DPRD hanya Rp900 juta dana yang belum dikembalikan, tapi ketika dilakukan audit internal ada ketambahan sebesar Rp899 juta lebih, karena ada tunggakan pajak dan jasa giro belum terbayarkan.

“Alhamdullilha untuk utang KPUD di luar tidak ada. Yang menyebabkan bertambahnya dana hibah itu karena ada utang pajak dan jasa giro. Jadi mau tidak mau dana hibah pilkada sebesar Rp1,9 miliar harus dikembalikan karena menyangkut tanggung jawab,” tegasnya.

Masih terkait dengan kasus ini, pihak Kejari Donggala sudah meminta keterangan sejumlah pihak. Salah satunya seorang staf bagian keuangan KPUD Donggala berinisial Un.

Kasi Pidsus Kejari Donggala, Palupi Wiryawan kepada Metrosulawesi mengatakan, kasus dugaan penyalagunaan dana hibah pilkada tahun 2018 masih dalam tahap pemeriksaan dan akan kami tingkatkan ke penyidikan.

“Pasti akan ada tersangka di kasus dana hibah pilakda 2018. Kita penyelidikan dulu baru penyidikan kemudian menetapkan tersangka, pasti teman-teman wartawan dikabari,” singkat Palupi.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas