Home Palu Imigrasi Turunkan 10 Petugas Awasi WNA

Imigrasi Turunkan 10 Petugas Awasi WNA

113
Sunaryo. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Imigrasi Kelas I TPI Palu menurunkan 10 petugas mengawasi keberadaan Warga Negara Asing (WNA). Hal ini diungkapkan Plt Kepala Imigrasi Kelas I TPI Palu, Sunaryo, Selasa, 3 Desember 2019.

“Kita turunkan sekitar 10 petugas untuk memonitor kegiatan orang asing, khususnya di Kota Palu,” ungkapnya.

Sunaryo mengatakan hingga saat ini tidak ada peningkatan jumlah WNA dalam menjelang Natal dan Tahun Baru 2020 di daerahnya. Petugas Imigrasi Palu terus melakukan identifikasi setiap WNA yang berada di wilayah hukumnya.

Petugas Imigrasi Palu dalam menjalankan tugas berkoordinasi dengan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) se-Sulawesi Tengah. Timpora saat ini berada hingga ke kecamatan dan kelurahan.

“Kalau ada orang asing melanggar aturan, Timpora melapor ke kita (petugas Imigrasi,” ucap Sunaryo.

Seperti diketahui, kehadiran Timpora di Sulteng cukup membantu jajaran Imigrasi Palu dalam melakukan pengawasan orang asing. Itu terbukti dari penindakan yang dilakukan pada 2018 lalu berhasil mendeportasi sedikitnya puluhan WNA.

WNA yang dideportasi terbanyak dari Republik Rakyat Cina dan Korea dengan pelanggaran penyalahgunaan izin tinggal. Baru-baru ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu kembali melakukan deportasi terhadap WNA asal China. Plt Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Sunaryo, menerangkan pihaknya terpaksa memulangkan tiga WNA China karena penyalahgunaan izin tinggal.

“Kami deportasi pekan kemarin, tepatnya pada 21 September, karena terbukti menyalahgunakan izin tinggal,” ungkap Sunaryo kepada Metrosulawesi, Senin, 30 September 2019.

Dia menerangkan deportasi dilakukan setelah melalui proses pemeriksaan petugas Imigrasi Palu. Tiga WNA China tersebut terbukti menyalahgunakan izin tinggal kunjungan untuk bekerja. Ini terungkap berdasarkan hasil pengawasan keimigrasian bekerjasama dengan Timpora terhadap orang asing yang berada di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, selama empat hari mulai 4 September lalu.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here