Home Ekonomi Realisasi KUR Sulteng Kecil

Realisasi KUR Sulteng Kecil

129
RAPAT EVALUASI - Para narasumber saat menyampaikan materi dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Sulawesi Tengah Pasca Bencana Tahun 2019, Selasa 3 Desember 2019. (Foto: Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Hingga akhir November 2019 penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulawesi Tengah sudah hampir mencapai Rp1,2 triliun atau baru terserap sekitar 10 persen dari plafon dana KUR secara keseluruhan. Secara nasional, angka tersebut sangatlah kecil, hanya sekitar 0,96 persen.

Berdasarkan wilayahnya, penyaluran KUR terbesar di Sulawesi Tengah berada di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Nilainya sekitar Rp267 miliar, dengan jumlah debitur sebanyak 9.505 debitur. Sementara Kota Palu yang di tahun sebelumnya menyalurkan KUR terbanyak dengan jumlah Rp277 miliar baru mampu menyalurkan sekitar Rp111 miliar dengan jumlah debitur sebanyak 2.654 debitur.

Realisasi KUR Kota Palu juga kalah jika dibandingkan dengan Kabupaten Poso, Tolitoli, dan Banggai Kepulauan. Ketiga daerah tersebut menyalurkan dana KUR rata-rata lebih dan hampir Rp200 miliar.

“Parimo merupakan yang paling banyak realisasi KUR-nya, sementara yang paling sedikit itu yakni Kabupaten Banggai Laut,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan dan Pelaksanaan Anggaran II (PPA-2) Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah Eko Kusdaryanto saat menyampaikan materinya dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pasca Bencana, di salah satu hotel di Kota Palu, Selasa 3 Desember 2019.

Banggai Laut menjadi daerah dengan realisasi KUR paling sedikit tahun ini, nilainya hanya sekitar Rp12 miliar dengan jumlah debitur hanya sebanyak 77 debitur saja.

Jika ditotal, dana kredit yang sudah direalisasikan di Sulawesi Tengah hingga akhir November mencapai Rp1,2 triliun, dengan jumlah debitur sekitar 37 ribu.

Menurut pejabat Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah itu, masih banyak kendala dan permasalahan dalam upaya penyaluran KUR antara lain, belum optimalnya sosialisasi KUR di masyarakat. Sehingga, banyak UMKM potensial yang belum bisa mendapatkan pembiayaan KUR.

“Kemudian, lamanya proses penetapan pelayanan KUR di penyalur,” jelasnya.

Selain itu, di sejumlah daerah khususnya di daerah kepulauan belum bisa mendapatkan fasilitas pembiayaan KUR.

“Permasalahannya, ada juga dampak bencana terhadap penyelesaiaan cicilan pembiayaan KUR,” kata dia.

Intervensi Pemerintah Daerah untuk memudahkan dan meringankan UMKM memperoleh pembiayaan KUR pun diharapkan dapat mendorong peningkatan realisasi KUR di daerah.

Sebagai data pembanding, berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Sulawesi Tengah, tercatat ada sekitar 319 ribu unit usaha mikro di Sulawesi Tengah, tidak termasuk data unit usaha kecil dan menengah. Angka tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan dengan jumlah debitur KUR di Sulawesi Tengah yang hanya 37 ribu debitur saja.

Reporter: Tahmil Burhanudin
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here