Home Artikel / Opini Sertu Herman, Tujuh Tahun Jadi Babinsa di Tiga Desa

Sertu Herman, Tujuh Tahun Jadi Babinsa di Tiga Desa

132
Sertu Herman. (Foto: Ist)
  • Redam Konflik dan Perjuangkan Desa Tertinggal

KEBERHASILAN seorang prajurit TNI tak hanya diukur dari kehebatan menggunakan senjata dan menghalau musuh. Tapi bagaimana ia mampu menarik hati, dicintai dan dipercaya masyarakat. Apalagi bila mampu menjadi pengayom dan panutan masyarakat.

Prinsip itulah yang dijalankan Sersan Satu (Sertu)Herman, anggota Kodim 1306/Donggala yang juga sehari-harinya bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) empat desa di Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi masing-masing Desa Uwemanje, Bolobia, Rondingo dan Kayumpia. Sudah tujuh tahun lebih Sertu Herman menjalankan tugas sebagai babinsa di wilayah yang berbatasan dengan Kota Palu tersebut. Masa tugas yang sesungguhnya sudah cukup lama.

Meski tak dilahirkan di desa tersebut namun Herman menganggap sudah menjadi warga desa itu. Begitupun sebaliknya, warga desa tempatnya bertugas begitu mencintainya.

“Kuncinya kita harus bisa menempatkan diri dengan tepat. Selalulah berusaha berbuat baik karena imbalannya pasti akan baik pula. Hargai yang tua dan sayangi yang muda,’’ujar pria kelahiran Barru, 8 Februari 1978 tersebut.

Lamanya Herman mengabdi di empat desa tersebut bukanlah karena keinginannya. Masyarakatlah yang bersikukuh untuk mempertahankan dan menolak Sertu Herman diganti.

“Kami minta tidak Pak Herman jangan diganti. Kalau sampai diganti, tidak usah lagi ada Babinsa di desa kami. Kami belum pernah mendapatkan petugas sebaik beliau,’’tegas Zakaria, Kepala Desa Uwemanje saat ditemui media ini di rumahnya, beberapa waktu lalu.

Di mata Zakaria, sosok Herman memang tidak hanya sebagai aparat yang melindungi masyarakat. Tapi juga mampu berbaur dengan masyarakat yang notabene kebudayaan, suku dan agamanya berbeda. Herman begitu dekat dan dikenal masyarakat. Ia tidak hanya rajin membantu dan menyambangi warga di saat bersuka ria tapi juga saat berduka. Bergaul dengan siapa saja tak memandang orang tua, remaja tapi juga kalangan anak-anak.

Lebih dari itu, Herman selama ini getol memperjuangkan harapan dan keinginan warga khususnya yang tinggal di wilayah terpencil. Warga yang belum sepenuhnya menikmati pemerataan pembangunan.Terutama masalah perbaikan jalan dan lampu penerangan. Memang dari empat desa binaannya, masih tiga desa yakni Bolobia, Rondingo dan Kayumpia yang belum bisa merasakan kemerdekaan dari kegelapan dan jalan rusak.Cukup memprihatinkan karena daerah tersebut tak begitu jauh dari Kota Palu.

“Alhamdulillah, perjuangan beliau sudah ada yang membuahkan hasil. Sarana penerangan sudah mulai ada yang dibangun di desa terpencil tadi. Itulah yang membuat masyarakat senang,’’tambah Zakaria.

Tak hanya berjuang untuk masyarakat di desa tertinggal,Sertu Herman pun turut membantu pengembangan bakat dan kreativitas anak muda khususnya pelajar. Pengalaman organisasi kepramukaan yang diperoleh semasa sekolah dan pendidikan militer ditularkan kepada para pelajar khususnya di Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi.

Di militer, Herman pernah mengenyam pendidikan Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML). Herman kemudian memulainya dengan memimpin Saka Wira Kartika Koramil 1306-05 Marawola. Niatnya tak hanya mengembangkan bakat dan melatih siswa tentang kedisiplinan dan dasar kepemimpinan tapi juga menjauhkan dari perbuatan negatif seperti kenakalan remaja, tawuran dan penyalahgunaan narkoba.

Langkah ini juga berawal dari keprihatinan Sertu Herman atas maraknya tawuran atau konflik antar warga di Kecamatan Marawola tahun 2010-an silam. Yang membuatnya prihatin karena pelaku tawuran tak hanya melibatkan orang dewasa tapi juga anak muda dan pelajar. Ia pun mengajak beberapa guru dan pimpinan sekolah yang juga aktif di pramuka untuk merangkul anak muda dan pelajar agar tak terlibat dalam tawuran tersebut maupun kenakalan remaja lainnya.

“Awalnya kami segan karena beliau kan tentara. Tapi karena melihat serius, kami pun setuju bergabung bersama pak Iwan. Alhamdulillah ternyata Kak Herman orangnya baik dan sangat banyak membantu dalam mengembangkan pramuka di daerah ini,’’kenang Susianti,yang kini jadi pamong putri Saka Wira Kartika Koramil 1306-05 Marawola.

Herman pun menyasar anak muda untuk dirangkul bergabung dengan pramuka binaannya. Alhasil, ia berhasil mengajak salah seorang pemuda bernama Ahmad Faisal yang kini berstatus sebagai pelajar SMK PGRI 1 Marawola. Ahmad sendiri dikenal paling sering ikut tawuran yang melibatkan warga dua desa bertetangga tersebut.

“Dulu saya paling sering ikut tawuran sampai digelari tukang tawuran. Tapi setelah diajak pak Herman gabung dengan pramuka, akhirnya saya mulai berubah pikiran dan kini enjoy,’’ terang Ahmad yang bercita-cita menjadi prajurit TNI setamat sekolah nanti.

Ahmad tidak sendiri. Ia pun mengajak satu per satu rekan-rekannya bergabung. Kini jumlah anggota Saka Wira Kartika Koramil 1306-05 pun semakin bertambah menjadi 180 orang. Bahkan tidak hanya pelajar dari Kecamatan Marawola dan kecamatan lain di Kabupaten Sigi tapi juga dari Kota Palu.

Nama Sertu Herman dan Saka Wira Kartika Koramil 1306-05 Marawola pun semakin dikenal. Kiprah mereka tidak hanya di tingkat Sulawesi Tengah tapi bahkan tingkat nasional seperti jambore nasional dan Prasaka Nasional Pramuka. Berkali-kali mereka tampil dan ambil bagian dalam berbagai event pramuka yang mengharumkan nama Sulawesi Tengah dan Kabupaten Sigi khususnya. Aktifnya organisasi ini pun terbukti efektif dalam meredam konflik di wilayah itu. Hingga kini tak terjadi lagi tawuran antar warga atau anak muda. Sosok Sertu Herman yang sukses menjalankan tugas tidak hanya sebagai babinsa yang dicintai warganya tapi juga pembina pramuka di Kecamatan Marawola mendapat apreasiasi dari atasannya, Komandan Kodim 1306/Donggala Kolonel Inf Widya Prasetyo. Saat membuka kemah Hari Ulang Tahun Saka Wira Kartika ke-7, Oktober 2019 di Kecamatan  Marawola, Dandim secara khusus memuji kinerja Sertu Herman dan berharap akan lahir ‘Sertu Herman’ lain di wilayah Kodim 1306/Donggala agar prajurit TNI semakin dicintai dan solid dengan masyarakat. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here