Home Donggala

UMK Donggala Disepakati Rp2,3 Juta

593
Rapat koordinasi Dewan Pengupahan Kabupaten Donggala bersama ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), organisasi buruh SPSI, dan SBSI Donggala, Kamis 28 November 2019. (Foto: Ist)

Donggala, Metrosulawesi.id – Upah minimum kabupaten (UMK) Donggala sebesar 2,3 juta atau jika dihitung per hari sebesar Rp 92,148. Demikian hasil rapat koordinasi Dewan Pengupahan Kabupaten Donggala bersama ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo),  Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), organisasi buruh SPSI, dan SBSI Donggala, Kamis 28 November 2019.

Dalam rapat tersebut disepakati UMK Donggala sebesar Rp.2.303.711, atau setara perhari sebesar Rp. 92.148.44. Pengesahan UMK Donggala tersebut kemudian akan menunggu surat edaran dari Gubernur Sulawesi Tengah.

“Untuk tahun 2018 kemarin Kabupaten Donggala tidak menetapkan UMK,” kata Rismawan, Korwil Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBS).

“Usulan UMK Donggala sebesar Rp 2,3 juta tersebut mengacu pada PP 78 terkait inflasi dan PDB, maka diambillah 8,51% sehingga sama kenaikannya dengan UMP Provinsi Sulawesi Tengah,” sebutnya lagi.

Pada rapat koordiansi yang berlangsung di kantor Dinas Nakertrans, KSBSI sempat menolak usulan Pemkab Donggala UMK yang hanya sebesar 2 juta rupiah. KSBSI berharap UMK Donggala mengacu pada UMP (upah minimum provinsi).

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas