Home Palu Rektor Siapkan Sanksi Tak Ikut Upacara

Rektor Siapkan Sanksi Tak Ikut Upacara

287
UPACARA - Civitas Universitas Tadulako memperingati HUT ke-48 Korpri di Lapangan Rektorat Untad, Jumat, 29 November 2019. (Foto: Dok Humas Untad)
  • Untad Peringati HUT ke-48 Korpri

Palu, Metrosulawesi.id – Civitas Universitas Tadulako (Untad) turut memperingati HUT ke-48 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) tahun 2019. Peringatan digelar melalui upacara bendera di Lapangan Rektorat Untad, Jumat, 29 November 2019.

Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. H. Mahfudz MP, sebelum membacakan amanat Presiden Joko Widodo menyinggung tingginya persentase ketidakhadiran dosen dan pegawai di lingkungan Untad untuk mengikuti upacara. Olehnya ia menegaskan akan memberikan sanksi bagi dosen dan pegawai yang tidak mengikuti upacara.

“Dosen dan pegawai mungkin saja menganggap upacara sesuatu yang tidak penting, padahal kalau secara sisiologis dan sikologis upacara menunjukkan kebersamaan bahwa kita dalam satu keluarga besar Universitas Tadulako. Keluarga besar Universitas Tadulako harus bahu membahu, kalau ada kegiatan upacara, yah kita semua harus ikut, jangan dianggap sesuatu yang tidak penting. Ini (upacara) juga bentuk pengabdian dan loyalitas terhadap intitusi dan Korpri itu sendiri,” ujar Prof Mahfudz.

Prof Mahfudz mengungkapkan sanksi yang telah disiapkan bagi dosen dan pegawai tidak mengikuti upacara yaitu pemotongan tunjangan kinerja atau remunerasi. Pemberian sanksi itu dikarenakan hampir 50 persen dosen dan pegawai Untad tidak mengikuti upacara dalam momen peringatan hari-hari nasional maupun upacara rutin.

“Dari jumlah dosen 1.000 lebih dan pegawai 900, kalau semua hadir harusnya padat ini lapangan. Saya berharap lewat media bisa menyosialisasikan bahwa Rektor sangat prihatin terhadap kondisi pegawai yang ada di Universitas Tadulako,” ucap Prof Mahfudz.

Dia berharap melalui HUT Korpri para pegawai bisa lebih produktif dan berubah. Berubah dalam artian etos, semangat, pola pikir, keterampilan, dan kelahlian kearah yang semakin baik. Rektor berjanji tidak akan menutup mata bagi dosen dan pegawai yang berkinerja baik untuk mendapat reward.

“Pak Jokowi mengajak seluruh anggota KORPRI untuk mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi secara berkelanjutan. Tidak ada lagi pola pikir lama. Tidak ada lagi kerja linear. Dan tidak ada lagi kerja rutinitas. Birokrasi harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, cepat beradaptasi dengan perubahan,” ungkap Rektor.

“Kita harus optimis menatap masa depan. Kita harus percaya diri menghadapi tantangan kompetisi global. Kita harus yakin menjadi salah satu negara terkuat di dunia. Menjadi negara pemenang. Kuncinya adalah kita mau bersatu. Persatuan dan kesatuan adalah pengikat kita untuk menuju lndonesia maju,” tandasnya.

Melalui peringatan HUT ke-48 Korpri, Rektor Untad memberikan penganugerahan tanda kehormatan kepada sejumlah dosen yang telah mengabdi 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here