Home Poso

PT Poso Energi Sebut Gubernur dan Bupati Merestui

209
Jembatan Tentena yang dikenal dengan Jembatan Yondo Mpamona di Kelurahan Pamona Kecamatan Pamona Pusalemba, segera direnovasi menjadi objek wisata. (Foto: Saiful/ Metrosulawesi)

  • Pembongkaran Yondo Mpamona Dikawal Ratusan Tentara dan Polisi

Poso, Metrosulawesi.id – Pembongkaran jembatan Yondo Mpamona yang sudah berlangsung selama tiga hari terus dijaga aparat keamanan, pasalnya jembatan kayu yang berada di kota Tentena tersebut, menurut masyarakat adalah memiliki nilai history atau melambangkan budaya Poso. 

Pembongkaran jembatan Yondo Mpamona diprakarsai PT Poso Energi terus menuai protes. Bahkan saat pembongkaran berlangsung, seratusan orang melakukan doa bersama. 

PT Poso Energi sebagai  pihak yang ikut bertanggung jawab melalui juru bicaranya Aslori mengatakan, pembongkaran jembatan Yondo Mpamona sudah mendapat restu Pemprov Sulteng dalam hal ini Longki Djanggola sebagai Gubernur ternasuk Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu.

Maksud dan tujuan pembongkaran jembatan adalah bentuk tanggung jawab perusahaan kepada Pemda dan masyarakat sebagai bantuan berupa CSR.

“Jembatan Yondo Mpamona akan ditata dengan baik dengan rupa yang begitu asri, kelak jembatan akan menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat termasuk turis, sekitar Danau Poso akan di kemas dan bakal menjadi lokasi pariwisata,” ungkap Aslori. 

Kapolsek Pamona Utara AKP Anton Muhammad SH MM,  kepada wartawan di  Tentena, Rabu 21 November 2019 mengatakan, sejak rencana pembongkaran jembatan hingga pelaksanaan memasuki hari ketiga  suasana di Kota Tentena tetap kondusif dan aman meskipun diketahui suasana tidak stabil menyusul ada sekelompok orang yang mencoba menghalang halangi atau menolak pembongkaran.

“Berdalih jembatan Yondo Mpamona memiliki nilai histori atau sejarah, saat pembongkaran mereka berada di sekitar lokasi sambil berdoa dan bernyanyi lagu daerah Poso. Pembongkaran terus berlanjut dengan dijaga ratusan aparat, baik dari TNI,  Polisi dan Pol PP,” tegas Kapolsek Pamona Utara. 

Dikatakan AKP Anton Muhammad, hingga di akhir pembongkaran jembatan, aparat tetap disiagakan disekitar lokasi, dimana jumlah aparat kepolisian berjumlah 90 personil, TNI sebanyak 40 personil serta Polisi Pamong Praja sebanyak 30 personil.  Saat ini kondisi keamanan kota Tentena  terus kondusif dan aman terkendali, aktifitas  masyarakat  berjalan normal, pasar  dan  pertokoan  ramai, ungkap AKP Anton Muhammad.

Reporter: Saiful
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas