Home Banggai Kepulauan

Wah, Ada Siswa Fiktif di Bangkep

845
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng, Irwan Lahace. (Foto: Humas Untad)
  • Dilaporkan 70 Siswa, Faktanya Hanya 13

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng, Irwan Lahace, mengungkapkan ada siswa fiktif di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah. Siswa fiktif ini diketahui setelah melakukan sidak ke Kecamatan Bulagi, Bangkep, baru-baru ini. Sidak yang dilakukannya berawal dari kecurigaan atas laporan jumlah siswa di kecamatan tersebut.

“Saya tidak mau hanya dapat laporan, saya turun ke Kecamatan Bulagi, di sana ada tiga SMK dan dua SMA, semuanya berstatus negeri. Salah satu SMK saya dapati siswanya hanya 13 orang, padahal laporannya ada 70 siswa, kemudian ke tempat lain saya dapat hanya 20-an siswa,” ungkap Irwan saat ditemui usai menghadiri pembukaan Diklat penguatan kepala sekolah di Theater Room Untad, Rabu, 20 November 2019.

Menurut Irwan, laporan siswa fiktif disampaikan menghindari penggabungan sekolah atau merger sebagaimana yang diatur dalam salah satu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud).

Dia menerangkan Permendikbud yang dimaksud mengamanatkan bagi sekolah yang siswanya kurang dari 60 orang maka harus dimerger. Untuk menghindari ketentuan tersebut pihak sekolah kemudian melaporkan siswa fiktif yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Mendapati kenyataan tersebut saat sidak, Irwan berang karena pihak sekolah telah menyampaikan laporan tidak sesuai fakta di lapangan. Terlebih laporan yang disampaikan berimplikasi terhadap kucuran dana bos. Itu karena anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menyesuaikan dengan jumlah siswa di masing-masing sekolah.

“Inikan masalah karena ada konsekuensi dengan dana BOS. Selain itu juga mestinya jumlah siswa yang kurang tadi akan dimerger,” tegas Irwan.

Irwan mengaku akan memberikan teguran keras dengan terlebih dahulu memberikan pembinaan kepada pihak sekolah. Sementara kepada sekolah lain diingatkan jangan lagi ada menyampaikan laporan palsu, khususnya terkait jumlah siswa.

Sebab dia mengaku dalam masa kepemimpinannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng, akan melakukan merger terhadap sejumlah sekolah yang siswanya tidak mencukupi 60 orang. Olehnya pihaknya berencana akan segera melakukan pendataan sekolah-sekolah dibawah kewenangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng.

“Saya harus tertibkan sekolah-sekolah yang siswanya tidak cukup 60 orang, mau tidak mau harus dimerger. Saya juga tidak mau lagi ada pembohongan,” tandas Irwan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas