Home Sulteng

2020, Ganti E-KTP Harus Bayar

11693
REKAM EKTP - Petugas melakukan perekaman e-KTP untuk seorang warga. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Sulteng, Abd Haris Yatolembah, mengungkapkan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri mewacanakan penggantian Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) tidak lagi gratis alias berbayar mulai 2020 mendatang.

“Pak Dirjen Kependudukan menyampaikan wacana penggantian E-KTP harus bayar, kemungkinan mulai tahun 2020,” ungkap Haris kepada Metrosulawesi di Palu, Rabu, 20 November 2019.

Dia mengatakan pemerintah pusat saat ini tengah menggodok Peraturan Pemerintah (PP) yang akan digunakan sebagai dasar pemberlakuan E-KTP berbayar. E-KTP berbayar untuk penggantian karena hilang atau fisik E-KTP rusak.

Sementara untuk pemula atau masyarakat yang pertama kali mendapatkan kartu tanda penduduk tidak akan berbayar. Masyarakat pemula atau pertama kali mengurus E-KTP tetap gratis.

“Kalau pemula atau masyarakat yang baru pertama mau dapat E-KTP tetap gratis, tidak perlu bayar,” ucap Haris.

Diwacanakan nominal yang harus dibayar masyarakat yang ingin menggati E-KTP dikisaran Rp10.000 sampai Rp20.000/keping. Angka pasti nominal bayaran tersebut akan ditetapkan setelah koordinasi dengan semua instansi/pihak terkait.

“Tapi saya belum tahu persis masuk ke mana nanti itu uang, tapi mungkin akan ke daerah,” ujar Haris.

Mantan Kepala Biro Hukum Setdaprov Sulteng itu menerangkan adapun yang menjadi dasar utama dan pertimbangan pemerintah pusat ingin memberlakukan E-KTP berbayar karena masifnya penggantian E-KTP di daerah. Kebutuhan blangko E-KTP untuk penggantian mencapai puluhan ribu.

Diindikasikan masifnya penggantian E-KTP dikarenakan keteledoran dengan alasan kehilangan atau tercecer. Karena gratis, masyarakat kemudian dengan mudah mengajukan permohonan penggantian E-KTP.

Dampaknya kebutuhan akan blangko E-KTP terus bertambah dari tahun ke tahun di daerah. Olehnya dengan penggantian E-KTP secara berbayar diharapkan masyarakat bisa dengan baik menjaga E-KTP masing-masing.

“Selama ini terkadang masyarakat hanya karena rusak sedikit E-KTP-nya langsung ganti, padahal harusnya masih bisa digunakan. Ini yang membuat banyak kebutuhan blangko E-KTP di daerah,” tandas Haris.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

2 COMMENTS

  1. KTP saya sudah rusak tidak terbaca sama sekali saya ganti di tgl 27 Mei 2019 saya ganti KTP sampai sekarang tgl 24 November 2019 belum jadi aja tuk kecamatan Coblong kota Bandung saya kecewa dengan pengulus pemerintah ini tolong di bantu susah sekali tuk ganti KTP

Ayo tulis komentar cerdas