Home Sulteng

Disbunak: Sulteng Tak Perlu Impor Sapi

166
Linda Shirley Rory. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Jelang Natal dan Tahun Baru

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Sulawesi Tengah menjamin stok sapi siap potong cukup dalam momentum perayaan Natal dan Tahun Baru 2020.

“Stok kita banyak, Sulteng tidak perlu impor untuk memenuhi kebutuhan pemotongan sapi,” ungkap Sekretaris Disbunak Provinsi Sulteng, Linda Shirley Rory di Palu, baru-baru ini.

Namun, Linda tidak bisa merinci angka kebutuhan pemotongan sapi selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Hanya saja dipastikannya stok sapi yang ada saat ini cukup, bahkan lebih sampai awal tahun.

“Hampir semua daerah Sulawesi Tengah penyumbang ternak sapi yang bisa memenuhi kebutuhan kita,” ucapnya.

Diketahui, suplai sapi terbanyak di daerah ini berasal dari Kabupaten Banggai, Donggala dan Sigi. Ketiga kabupaten itu menjadi lumbung penghasil sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat perayaan- perayaan hari besar keagamaan.

Sejak beberapa tahun, Sulteng memang salah satu daerah penghasil ternak sapi di Pulau Sulawesi. Selain Banggai, Donggala, dan Sigi, diketahui Tojo Unauna dan Morowali juga menjadi lumbung ternak sapi di Sulteng.

Sapi yang akan dipotong nantinya dipastikan diperiksa terlebih dahulu untuk menjamin kualitas daging dan keamanannya sebelum dikonsumsi masyarakat. Pemeriksaan rutin dilakukan seperti halnya pada Lebaran Idul Fitri.

Sebagai gambaran, sepanjang tahun 2018, total kebutuhan pemotongan sapi di Sulteng sebanyak 31.846 ekor. Dari jumlah itu angka pembagian setiap bulannya berbeda mengacu perayaan hari besar keagamaan pada bulan-bulan tertentu seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, dan Natal.

Mengacu tahun sebelumnya, yang perlu diwaspadai di daging sapi hanya cacing hati. Cacing hati sapi kerap ditemukan petugas pengawas kesehatan hewan berdasarkan pemeriksaan petugas kesehatan ternak.

Disbunak Sulteng dalam beberapa kesempatan telah mengimbau masyarakat agar memotong ternak sapi lewat Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Imbauan tersebut disampaikan mengingat dalam momentum hari besar keagamaan pemotongan ternak sapi akan meningkat.

“Kalau lewat RPH kualitas daging terjamin karena telah melalui pemeriksaan petugas hewan,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Disbunak Sulteng Greesje Kuhu di Palu, Senin, 6 Mei 2019.

Dia mengungkapkan masyarakat bisa membawa ternaknya ke RPH Kota Palu yang berada di Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Tatanga. Sebelum dan sesudah disembelih, ternak sapi akan diperiksa.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas