Home Palu

Lagi, BPBD Palu Data Penerima Stimulan Tahap II

643
Presly Tampubolon. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu tengah melakukan persiapan pendataan kembali untuk penyaluran dana stimulan tahap II. Tujuan pendataan itu untuk memperjelas kembali data masyarakat penerima stimulan tahap II. Demikian dikatakan Kepala Pelaksana BPBD Kota Palu, Presly Tampubolon, di ruang kerjanya, Senin, 11 November 2019.

Presly mengatakan, dalam melakukan pendataan tersebut, BPBD Palu melakukan kerjasama dengan kelurahan melakukan pengecekan kembali di lapangan, sehingga data masyarakat akan lebih lengkap, jelas, dan akurat.

“Jika semua data itu selesai dengan baik, baru kita lakukan pembukaan rekening, jika sudah ada nomor rekening baru akan kita salurkan dana stimulan tahap II sesuai dengan tingkat kerusakan yang diverifikasi atau diassemen oleh PU,” jelas Presly.

Kemudian, kata Presly, akan dilakukan pedampingan penyusunan Rencana Penggunaan Dana (RPD), misalnya masyarakat itu menerima dana Rp50 juta kategori rusak berat, maka 50 persen dulu yang disalurkan,  karena pencairannya dilakukan dua tahap.

“Walaupun pedoman pelaksanaan BNPB belum sampai ke kami, dan petunjuk teknis dari Gubernur juga belum ada, namun sambil menunggu semua itu, kita mulai melakukan persiapan data, sehingga begitu nanti ada pedoman serta petunjuk teknis, maka kami sudah bisa masuk ke tahap selanjutnya,” katanya.

Presly mengatakan, jumlah rumah rusak berat, ringan, dan sedang sesuai data sekitar 48 ribu, data ini perlu dilakukan verifikasi lagi ke lapangan agar bukti-bukti kepemilikannya benar.

“Jangan sampai Nomor Induk Kependudukan (NIK) benar, kemudian Nomor Kartu Keluarga (NOK) benar, tetapi bukti kepemilikannya tidak benar, karena kos atau menumpang. Nah, itulah yang kami mau teliti semua, jangan sampai ada salah. Ada juga satu rumah dua KK, ini tidak bisa, namanya duplikasi,” ujarnya.

Selain itu, kata Presly, ada juga yang rumahnya rusak berat, ketika ditinjau lapangan tenyata rusak ringan. Semua ini perlu di perjelas, ternyata salah kualifikasinya. Jika salah, maka akan bermasalah pada pembiayaan.

“Makanya kita sangat berhati-hati. Jika pun pendataan ini berulang-ulang kita lakukan, namun ini demi kebaikan kita semua. Maka saya berharap semua lini harus membantu, saling bersahabat, mulai dari tingkat kelurahan, PU dan fasilitator harus betul-betul teliti,” ungkapnya.

Selain itu kata Presly, ada perbedaan pada pencairan dana stimulan tahap II, yakni pencairannya langsung ke rekening perorangan. Berbeda dengan stimulan tahap I, menggunakan Pokmas.

“Stimulan tahap II diarahkan langsung rekening perorangan, tetapi harus kita pahami bahwa pencairaanya itu harus menggunakan rekening, bukan tunai. Sebab pedoman memerintahkan harus menggunakan rekening. Dana itu juga harus atau wajib dibelikan barang kebutuhan membangun rumah, agar semua dipertangunggjawabkan dalam bentuk rumah yang jadi, dengan dua syarat, layak huni dan tahan gempa,” ujarnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas