Home Palu Pesparawi Tingkat Provinsi Sulteng 2019 Digulir

Pesparawi Tingkat Provinsi Sulteng 2019 Digulir

234
Ketua Panitia Lomba Pesparawi Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, Dr.Ir.Bartholomeus Tandigala, SH.,CES, saat memberikan sambutan pada acara pembukaan, Jumat 25 Oktober 2019. (Foto: Ist)
  • Bartholomeus Tandigala; Pesparawi Merupakan Ajang Memperkokoh Hakekat Kerukunan dan Kedamaian

Palu, Metrosulawesi.id – Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng)  tahun 2019, resmi digelar. Acara pembukaan yang dihadiri   beberapa para pejabat daerah,  dibuka resmi Gubernur Sulteng yang diwakili, Ketua LPPD Provinsi Sulawesi Tengah, Dr.Ir.Bartholomeus Tandigala, SH.,CES Di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat 25 Oktober 2019.

Ketua panitia Pesparawi Tingkat Provinsi Sulteng tahun 2019, Dr.Ir.Bartholomeus Tandigala, SH.,CES, mengatakan, lomba Pesparawi  merupakan ajang untuk memperkokoh hakekat kerukunan dan kedamaian.

“Saya merasa perjumpaan di acara pembukaan Pesparawi bukan kebetulan. Hakekatnya ada pada soal bagaimana kita bisa berbagi, bersyukur dan menjadi bagian dari anak-anak negeri, termasuk belajar menjadi pemimpin yang bukan hanya ada diantara rakyat melainkan hidup bersama rakyat,” kata Bartholomeus Tandigala.

Menurut Bartho—sapaan akrab–Bartholomeus Tandigala, Pesparawi adalah identitas diri dan gudang dari orang yang gemar bernyanyi. Potensi ini diharapkan, berimplikasi humanis, dan sosialis kulturual yang mampu menembus tembok-tembok moderisasi, bahkan rasionalitas sekalipun.

‘’Jika Sulawesi Tengah kemudian menjuarai Pesparawi tingkat Nasinoal, maka akan terwujud bahwa Sulawesi Tengah lahir sebagai juara sejati Indonesia yang Bangkit dari pasca bencana,’’ tutur Bartho.

Kepala Pelaksana BPBD Prov.Sulawesi Tengah sekaligus Ketua LPPD Provinsi Sulawesi Tengah sejak tahun 2013 s/d 2018 dan terpilih lagi Periode Tahun 2019 s/d 2024., Bartholomeus Tandigala, mengungkapkan Pesparawi bukan hanya sebagai ajang lomba tapi soal paduserasi dalam kebersamaan, dalam gerak tentang kebersaaman untuk mencapai Sulawesi Tengah Bangkit.

Foto bersama Ketua Panitia Lomba Pesparawi Tingkat Provinsi Sulawesi tengah tahun 2019, dengan pejabat daerah dan tokoh Kristiani se Sulteng. (Foto: Ist)

‘’Setidaknya agenda ini sudah menjadi bukti kuat bahwa kita tidak sekedar terbuai dalam sejarah besar tetapi kita melakoni secara bersama sejarah kehidupan dalam kasih setia Tuhan,’’ kata Bartho.

Sejalan dengan itu, lanjut  Bartho, untuk membangun Sulawesi Tengah sebagai pusat pembinaan persaudaraan lintas agama di dunia, maka kerukunan antar umat beragama harus menjadi harapan dalam membangkitkan narasi-narasi kecil tentang bagimana dunia itu dibangunkan.

‘’Perkokoh kehidupan umat beragama antara salam sarane dengan meningkatkan persaudaraan yang tulus. Pesparawi ini merupakan berkat yang sangat luar biasa bagi Sulawesi Tengah. Sebab, melalui event ini, konstruksi tentang dinamika hidup, komunikasi dan toleransi, kian transparan antar kelompok masyarakat juga antar umat beragama,’’ ujar Bartho.

Pada kesempatan itu juga, Bartho mengungkapkan kembali  pelayanan tulus basudara antar lintas agama membuktikan bahwa kekuatan membangun kohesi antar umat beragama adalah kebutuhan.

“Dengan mempersembahkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, lomba pesta Pesparawi tahun 20019 saya dinyatakan dibuka secara resmi. Kiranya kita diberi kekuatan oleh Tuhan untuk madahkan puji dan syukur kepada namanya yang kudus. Semoga tali persaudaraan ini akan terukir abadi seabadi lagu-lagu rohani yang menyejukan jiwa,” tandasnya.           

Pembukaan Pesparawi tingkat Sulawesi Tengah, dihadiri sekitat 1500 jemaat umat Kristiani Se Sulawesi Tengah. Tampak hadir pada pembukaan diantaranya  Wakil Bupati Sigi,  Paulina, Asisten I Provinsi Sulawesi Tengah, Faisal Mang, Sekretaris Kabupaten Poso, Yan Guluda Dan beberapa tokoh lintas agama yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah.(*)

Reporter: Michael Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here