Home Palu

Gunakan Sarung, Civitas IAIN Palu Gelar Upacara Hari Santri Nasional

375
Suasana upacara memperingati hari santri, di halaman Kampus IAIN Palu. Sulawesi Tengah, Selasa 22 Oktober 2019. (Foto: Ist/ Humas IAIN Palu)

Palu, Metrosulawesi.id – Untuk menyemarakkan perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2019, seluruh komponen Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, menggelar upacara di halaman kampus, Selasa 22 Oktober 2019, pagi.

 Peringatan HSN tahun 2019, yang mengangkat thema ‘Santri Indonesia untuk perdamaian dunia’ ini, dipimpin langsung Rektor IAIN Palu,  Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd, peserta upacara menggenakan sarung berwarna merah, kemeja putih dan kopiah.

Dalam sambutan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Nur Kholis Setiawan, yang dibacakan  Rektor IAIN Palu, . H. Syagaf S Pettalongi, menuturkan, santri telah membuktikan kiprah dan perannya dalam menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia,

‘’Isu perdamaian diangkat berdasarkan fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama,’’ tutur Sagaf Pettalongi.

Diuraikan Rektor IAIN,  terdapat sembilan alasan dan dasar pesantren layak disebut laboratorium perdamaian. Diantaranya,  pesantren memiliki kesadaran harmoni beragama dan berbangsa. Metode mengaji dan mengkaji di pesantren diterapkan keterbukaan kajian yang bersumber dari berbagai kitab, bahkan sampai kajian lintas mazhab.

Selain itu, lanjut Sagaf Pettalongi,  di pesantren, para santri biasa diajarkan untuk khidmah (pengabdian), yang merupakan ruh dan prinsip loyalitas santri. Keempat, di pesantren, diajarkan pendidikan kemandirian, kerjasama dan saling membantu di kalangan santri.

Ditambahkan Rektor,  gerakan komunitas seperti kesenian dan sastra tumbuh subur di pesantren. Di pesantren lahir beragam kelompok diskusi dalam skala kecil maupun besar untuk membahas hal-hal remeh sampai yang serius.

Di pesantren, diajarkan merawat khasanah kearifan lokal. Kemudian, kedelapan, santri memiliki prinsip maslahat (kepentingan umum) merupakan pegangan yang sudah tidak bisa ditawar lagi oleh kalangan pesantren. Serta  di pesantren diterapkan penanaman spiritul. Tidak hanya soal hukim Islam (fikih) yang didalami.

Upacara peringatan Hari Santri Nasional tahun 2019 di IAIN Palu, tidak berbeda jauh dengan upacara-upacara nasional lainnya. Pengibaran bendera merah putih diikuti dengan penghormatan umum, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, tetap ada. Namun, ditambah dengan menyanyikan lagu hari santri nasional. (*)

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas