Home Olahraga Eduward: Mental Anak-Anak Menurun

Eduward: Mental Anak-Anak Menurun

51
Pelatih Celebest FC, Eduward Tjong dan pelatih Persegres Gresik United, Jamal Ystro, saat memberikan keterangan pers, usai pertandingan di Stadioan Gawalise Duyu Palu, Sulawesi Tengah, Senin 21 Oktober 2019, sore. (Foto: Mohammad Fadel/ Metrosulawesi)

Palu,  Metrosulawesi.id – Celebest FC akan sulit mengoleksi poin untuk lolos dari babak penyisihan putaran pra Nasional Grup C Liga 3 2019, jika pemain belum bisa melepaskan beban jika bermain di kandang sendiri. Pernyataan ini diungkapkan pelatih Celebst FC, Eduward Tjong saat jumpa pers, usai pertandingan menghadapi Persegres Gresik United, di Sstadion Gawalise Duyu, Palu, Senin 21 Oktober 2019, sore.

Kepada sejumlah media, Eduward menuturkan, para pemain Celebest FC, setiap berlaga di kandang sendiri, terlihat memikul beban yang berat. Situasi ini berbalik 180 derajat, jika mereka bertandang di luar.  

‘’Apa yang diinstruksikan saat latihan tidak jalan dengan baik. Bisa diliat pada babak pertama, anak-anak sering salah, baik dalam penguasaan bola maupun pasing,’’ ungkap Eduward.

Dijelaskan Eduward, saat menghadapi tim sebelumnya di kandang lawan, beban mental anak-anak bagus. Mereka barmain ngoto dan berani masuk ke janting pertahanan lawan. Sayangnya, gregetnya anak-anak tidak sama saat bertanding di hadapan pendukungnya sendiri,’’ jelasnya.

Dengan kekalahan ini, diakui Eduward menjadi pekerjaan rumah dirinya bersama tim lainnya. Terutama menyangkut mental pemain. ‘’Kami mencoba melakukan pendekatan dari hati ke hati para pemain. Sebab, menyangkut mental intinya dari diri pemain,’’ urainya, sembari menambahkan pembenahan soal mental pemain menjadi prioritas utama.

Soal mental pemain, pelatih Persegres Gresik United, Jamal Yastro, sependapat dengan pelatih Eduward.

‘’Soal mental bermain di kandang sendiri dengan bertandang berbeda. Justru beban berat terjadi saat bermain di hadapan publik sendiri,’’ paparnya

Jamal mengungkapkan, problem mental pemain kurang bagus saat bertanding di kandang sendiri, pernah dialami anak-anak asuhannya.

‘’Kami pun pernah mengalami hal serupa. Dan memang menjadi beban berat jika anak-anak bermain di kandang sendiri. Yang jelas problem serupa hampir dialami tim-tim lainnya,’’ tuturnya.

Dengan kemenangan yang diraih anak asuhnya, Jamal Yastro, bersyukur dapat memetik poin.

‘’Alhamdulillah bisa menang. Targetnya jangan kalah lah. Namun anak-anak bermain bagus dan disiplin. Hasilnya  kami meraih poin penuh,’’  tukasnya.

Pada pertandingan selanjutnya, Celebest FC kembali menjamu lawannya di Stadion Gawalise Duyu Palu pada 3 November 2019. (*)

Reporter: Mohammad Fadel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here