Home Ekonomi DSLNG–IMIP Primadona Pertumbuhan Ekonomi Sulteng

DSLNG–IMIP Primadona Pertumbuhan Ekonomi Sulteng

160
Kondisi pelayanan di Bank Sulteng Kantor Pusat Jalan Sultan Hasanudin No. 20 Palu. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – PT Donggi-Senoro Liquefied Natural Gas (DSLNG) maupun PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) saat ini menjadi primadona pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah.

Pimpinan Litbang Bank Sulteng Kantor Pusat, Erlan Saputra saat ditemui Metrosulawesi belum lama ini mengakui, bahwa dua wilayah tersebut merupakan daerah yang cukup potensial dalam hal perputaran uang. Kemudian, lanjut Erlan, pihaknya terus melakukan ekspansi lebih giat lagi terkait dengan ekonomi perbankan.

“Di sana ekonomi sangat baik kalau pribadi saya melihat. Untuk itu, kami terus berupaya agar tetap konsisten dengan membuka kantor cabang di wilayah tersebut khususnya dalam hal pembayaran gaji karyawan yang otomatis kami sekalian bisa memperkenalkan produk kredit Bank Sulteng,” katanya.

Ia mengungkapkan pihaknya juga cukup sulit untuk masuk ke dalam perusahaan yang sekelas multi nasional seperti itu, terutama akses perbankan lebih ke Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA). Sedangkan, kata bank daerah mendapatkan porsi yang lebih kecil.

“Tetapi kami terus berusaha untuk melakukan yang terbaik. Untuk presentasi seperti di perusahaan Donggi-Senoro LNG belum diketahui berapa jumlah hitungannya. Namun, penjajakan kerjasama dan pembicaraan awal sudah dilakukan sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu, Bank Sulteng dalam hal mensosialisasikan produk ialah salah satunya dengan cara mengadakan semarak Simpeda atau memberikan hadiah langsung secara diundi periode setahun. Dengan mengandalkan tenaga divisi marketing yang menawarkan produk kepada calon nasabah di tempat perdagangan seperti di pasar.

“Total cukup lumayan besar untuk tahun kemarin sekitar Rp1,7 miliar. Sedangkan, tahun ini minimal sama persis di angka tahun sebelumnya. Apalagi, program Simpeda merupakan turunan dari Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dalam rangka meningkatkan nilai dari mempromosikan produk Simpanan Pembangunan Daerah (Simpeda). Bank Sulteng diminta untuk lebih memfokuskan terkait hal tersebut. Dengan total anggaran yang cukup besar itu, ia berharap akan berpengaruh positif terhadap perbankan daerah.

“Karena di bank ini identik dengan perbankan ASN, kalau diperkirakan angka presentasi dari perbandingan antara ASN dan masyarakat umum kurang lebih sekitar 40-60 persen. 40 persen ASN dan 60 persen masyarakat umum, sedangkan sebagian pemegang saham kendali sebanyak 38 persen itu dari pemerintah provinsi dan sisanya Pemkot dan Pemkab,” tuturnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here