Home Palu Cegah Pungli, Delapan KUA Terima Mesin EDC

Cegah Pungli, Delapan KUA Terima Mesin EDC

82
FOTO BERSAMA - Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais), Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu, Mun’im A. Godal, saat menyerahkan mesin EDC ke salah satu kepala KUA di ruang kerjanya , Kamis, 17 Oktober 2019. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu menyerahkan mesin Electronic Data Capture (EDC) atau alat untuk menerima pembayaran yang dapat menghubungkan antar rekening bank ke delapan Kantor Urusan Agama (KUA) di Palu.

Demikian dikatakan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais), Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu, Mun’im A. Godal, di ruang kerjanya, Kamis, 17 Oktober 2019.

“Delapan KUA yang diberikan mesin EDC itu adalah Palu Barat, Palu Utara, Palu Selatan, Palu Timur, Mantikulore, Tatanga, Ulujadi dan Tawaeli,” katanya.

Mun’im mengatakan, pemberian mesin EDC dari salah satu bank ini bertujuan mencegah terjadinya pungutan-pungutan lain.

“Dengan adanya mesin EDC ini masyarakat tinggal gesek, berapa jumlah biaya yang dibayarkan di KUA, sehingga tidak ada pungutan tambahan lainnya. Kita hanya menjaga integritas dan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ujarnya.

“Saya kira masyarakat Kota Palu pada umumnya semua telah memiliki ATM, jadi masyarakat tinggal gesek, tidak perlu lagi pergi ke bank atau mesin ATM. Bahkan mesin EDC ini merupakan mesin ATM bersama, sehingga ATM bank apapun bisa dipakai untuk digesek,” jelasnya.

Mun’im mengaku akan berupaya agar semua KUA di Kota Palu bisa memiliki mesin EDC ini. “Sistem di Kota Palu saat ini bukan lagi bayar tunai tetapi non tunai, karena memang kita di daerah perkotaan,” ungkapnya.

Kata Mun’im, mesin EDC ini dapat mempermudah pelayanan di KUA. “Tidak ada pungutan-pungutan tambahan dalam pernikahan.  Jadi nikah itu jika dilaksanakan di kantor KUA gratis, di luar kantor Rp600 ribu tidak lebih,” katanya.

Dengan adanya mesin EDC ini, Mun’im berharap pelayanan di KUA lebih mudah, tidak ada pungutan-pungutan tambahan atau uang-uang lebih seperti untuk foto copy dan biaya yang tidak perlu lainnya.

“Begitu diberikan bukti berapa nominalnya untuk nikah di luar KUA, masyarakat atau pasangan itu bisa gesek di mesin EDC dan tidak perlu lagi transfer. Kami akan berupaya seluruh KUA kecamatan menggunakan mesin EDC,” ujarnya.

Reporter: Moh Fadel, Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here