Home Parigi Moutong

TMMD, Bukti Pengabdian TNI di Pedalaman

217
Personil TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD 106 Kodim 1306/Donggala, bersama warga dalam program TMMD, di desa pedalaman. (Foto: Satgas TMMD 106 Kodim 1306 Donggala)

Parimo, Metrosulawesi.id – Tak bisa dipungkiri, keberadaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) selama ini membawa manfaat bagi masyarakat dan negeri. Program cetusan Jenderal M Yusuf di tahun 1980 dengan nama ABRI Masuk Desa (AMD) ini menjadi primadona dan selalu disambut antuasias warga desa yang menjadi lokasi kegiatan.

Demikian halnya ketika program TMMD ke-106 wilayah Kodim 1306/Donggala ini menyasar Kecamatan Tinombo,tepatnya di Desa Lombok, Desa Patingke dan Desa Ogoalas. Sejak dibuka resmi 2 Oktober 2019 lalu oleh Sekdaprov Sulawesi Tengah, Dr Mohammad Hidayat Lamakarate, warga dengan penuh semangat dan bahu membahu membantu satuan tugas (satgas) TMMD yang kali dikerahkan sebanyak 150 personil.

Bagi mereka, masuknya program TMMD menjadi berkah tersendiri bagi desanya. Betapa tidak, selama ini mereka hidup dibawah bayang-bayang kemiskinan dan ketertinggalan dari desa lainnya di Kabupaten Parigi Moutong, khususnya di Kecamatan Tinombo.Asa untuk hidup lebih baik pun kini digantungkan di pundak satuan tugas TMMD yang juga personil dari Kodim 1306/Donggala.

Tokoh masyarakat Desa Lombok, Ayudin kepada wartawan tak mampu menyembunyikan kegembirannya begitu desanya menjadi salah satu lokasi program TMMD. Ia begitu lama mengimpikan desanya akan menjadi bagian dari program andalan Mabes TNI tersebut.

‘’Kami sangat senang pak karena desa kami masuk sebagai salah satu sasaran TMMD. Memang sudah lama kami mengimpikan itu. Dan ternyata sekarang terwujud. Semoga ini menjadi titik awal untuk kemajuan desa kami,’’ ujarnya dengan muka berseri-seri.

Lelaki paruh baya ini berharap hasil program TMMD  kali ini akan memberikan kemajuan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga di desanya. Apalagi melihat program yang dijalankan sangat dibutuhkan dan membuka keterisoliran warga di tiga desa bertetangga.

‘’Akses masuk menuju dua desa yakni Ogoalas dan Patingke selama ini sangat susah dan hanya bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua. Nah dengan adanya program pembuatan dan peningkatan jalan, otomatis membuat akses jadi terbuka dan roda perekonomian berputar cepat,’’ tambahnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas