Home Palu

Banyak Tanah Wakaf Belum Bersertifikat

188
Dr H Mun’im Godal. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulawesi Tengah bekerjasama untuk menerbitkan sertifikat bagi tanah wakaf di Kota Palu.

Demikian dikatakan, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu, Mun’im A. Godal, di Palu, Rabu, 16 Oktober 2019.

Mun’im mengatakan, pihak Kemenag dan BPN itu akan turun mencari tanah wakaf yang belum memiliki sertifikat. Masyarakat juga akan diimbau bisa datang ke Kemenag Palu untuk melapor jika tanah wakafnya belum memiliki sertifikat.

Menurutnya, di Palu ini masih banyak  tanah wakaf belum bersertifikat, bahkan pada tahun lalu, ada 68 tanah wakaf yang diselamatkan untuk memiliki sertifikat.

“Maka dari itu, tahun ini kita mau selamatkan lagi tanah-tanah wakaf yang belum bersertifikat, kita akan meminta kepada mereka untuk dibuatkan sertifikatnya, dan itu secara gratis, tidak memungut biaya,” ungkapnya.

Mun’im menjelaskan, tanah wakaf ini merupakan lahan yang diberikan oleh masyarakat untuk kepentingan umat, misalnya untuk masjid, kantor, sekolah dan lainnya.

“Jadi bagi tanah wakaf yang sifatnya masih akte wakaf, kami khawatir nanti akan digugat, olehnya itu kami akan dorong agar dibuatkan sertifikat,” katanya.

Kata dia, masalah gugatan tanah wakaf pasti akan terjadi jika surat-surat tanahnya tidak bersertifikat, contoh seperti yang terjadi di salah satu masjid di Palu Timur yang pernah digugat oleh pemiliknya.

“Di data kami, masih banyak tanah wakaf belum memiliki sertifikat, karena mereka membuat surat tanah wakaf itu masih menggunakan model tradisional, kebanyakan itu orang tua dulu memberikan lahan ke orang lain hanya sekedar lisan saja, kemudian ketika orang tuanya meninggal, anaknya menggugat,” ujarnya.

Mun’im mengatakan, dengan adanya kerjasama pembuatan sertifikat gratis bagi tanah wakaf di Kota Palu ini juga dapat menyelamatkan ahli waris dari pemilik tanah itu.

“Sehingga jika ada gugatan pasti aman, karena telah memiliki sertifikat yang resmi dikeluarkan oleh pemerintah,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas