Home Poso

BPN Poso Target Cetak 10 Ribu Sertifikat

316
Muksin. (Foto: Saiful/ Metrosulawesi)

Poso,  Metrosulawesi.id –  Penerbitan sertifikat gratis, merupakan program Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) secara nasional, Kementerian ATR/BPN RI, melalui program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).

Demikian dikatakan Pelaksana Tugas Kepala ATR /BPN Kabupaten Poso Muksin, SSIT, kepada wartawan Rabu, 9 Oktober 2019. “Tahun 2019, kita ditargetkan menerbitkan 10  ribu sertifikat dimana tahun sebelumnya sebanyak 5 ribu sertifikat sudah berada dan telah diserahkan kepada  masyarakat,” katanya.

Menurutnya, meski Poso  menjadi daerah tercepat dalam penyelesaian program PTSL tahun ini, namun masih ada   juga  belum tercapai,  sehingga, pihaknya menargetkan tahun depan menerapkan skema desa/kelurahan yang semakin  lengkap.

“Kita akan melakukan kegiatan pendataan per desa atau kelurahan. Hal itu agar tercapainya desa lengkap atau kelurahan lengkap. Artinya, kita berharap dengan pola itu tidak ada lagi desa yang terlewatkan belum memiliki sertifikat tanah,” ucapnya.

Lanjut dikatakan Muksin, program PTSL tahun ini dilakukan atau dikerjakan oleh pihak ketiga serta ASN. Hal ini dikarenakan kendala medan yang cukup sulit serta partisipasi masyarakat masih kurang.

Serta hal utama kendala dilapangan diungkapkan Muksin. yakni kelengkapan surat masih belum memenuhi unsur untuk diterbitkannya sertifikat tanah.

Masih ditambahkan PLT Kepala BPN Poso, dari target 10 sertifikat di tahun 2019 yang dibagi kedua pelaksana yakni ASN dan Pihak Ketiga, khusus untuk pelaksana  dilapangan yakni ASN, sampai saat ini memasuki bulan Oktober  sudah sebanyak 4273 sertifikat yang siap dibagikan ke masyarakat, sementara pihak ketiga sebanyak 5 ribu sertifikat diupayakan dapat terlaksana sebagaimana target yang diberikan.  Dijelaskan Muksin, secara nasional ,Program PTSL dimulai sejak 2017, menyasar 80 juta bidang tanah belum tersertifikasi.  Pada 2017, Kememterian ATR/BPN, ditargetkan menyelesaikan 5 juta sertifikat. Tahun ini, Pemerintah Pusat menaikkan target menjadi 8 juta bidang tanah di seluruh Indonesia.

Reporter: Saiful
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas