Home Hukum & Kriminal Polres Palu Segera Tetapkan Tersangka Kasus Penganiayaan Anak Punk

Polres Palu Segera Tetapkan Tersangka Kasus Penganiayaan Anak Punk

47
Ketua DPRD Palu, Ikhsan Kalbi menerima langsung pengunjuk rasa dari Aliansi Perjuangan Rakyat Sulteng, Senin 16 September 2019. (Foto: Hamdi Anwar/PE)

Palu, Metrosulawesi.id – Terkait kasus tindak penganiaayaan yang dilakukan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palu terhadap anak punk yang terjadi beberap waktu lalu, pihak penyidik Sat Reskrim Polres Palu masih melakukan penyelidikan. Beberapa orang saksi telah dimintai keterangan.

Kasat Reskrim Polres Palu, AKP Esti Prasetyo Hadi, Selasa, 8 Oktober 2019, melalui ponselnya menjelaskan, pihaknya terus melakukan penyelidikan kasus penganiayaan terhadap anak Punk  yang dilakukan oleh oknum anggota Satpol PP Kota Palu.

“Sementara kami proses, dan penyidik sudah mengambil keterangan dari para saksi, korban ataupun terduga pelaku penganiayaan,” ucapnya.

Saat di konfirmasi terkait berapa jumlah saksi dan apakah sudah ada tersangka dalam kasus tersebut, AKP. Esti Prasetyo Hadi enggan berkomentar. Namun dirinya memastikan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut, untuk menentukan tersangka dalam kasus yang menjadi perhatian publik itu.

“Untuk saksi, saya coba tanyakan dulu ke penyidiknya. Sementara untuk tersangka, dalam waktu dekat, kami akan gelar perkara dari penyelidikan kasus itu, untuk menentukan tersangka,” ungkapnya.

Sebelumnya, Aliansi Perjuangan Rakyat Sulawesi Tengah (APRST) menggelar demo terhadap aksi kekerasan yang dilakukan sejumlah oknum Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Palu terhadap sejumlah anak komunitas punk.

APRST pun mendesak DPRD Palu agar mendorong pencopotan Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Palu, Trisno dari jabatannya.

Massa menilai, dibawah kepemimpinan Trisno, tindakan Satpol PP Kota Palu melampaui batas. Cenderung bersikap kasar saat melakukan penertiban, dan kerap melontarkan ancaman bagi pedagang kreatif lapangan dan anak anak komunitas punk.

Zul, koordinator aksi mencontohkan, misalnya komunitas punk melakukan pelanggaran hukum, maka Satpol PP tidak boleh semena-mena melakukan tindakan, sebab ada aparat Kepolisian yang lebih berhak.

“Polisi saja tidak langsung main hakim sendiri ketika seseorang melakukan pidana,” katanya.

Zul menjelaskan, penganiayaan anak Punk oleh oknum Satpol PP Palu terjadi pada rentan waktu 31 Agustus hingga 2 September 2019 silam. Saat itu, Satpol PP Palu sedang melakukan kegiatan penertiban pedagang di seputaran kantor Wali Kota Palu.

“Penganiayaan ini sudah kami laporkan ke Polres Palu. Tapi kami meminta DPRD Palu untuk memproses lebih jauh. Bila perlu mencopot Trisno dari jabatan,” katanya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here