Home Sulteng

Ridwan: Santunan Duka Aman

1558
H Ridwan Mumu. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulteng, H Ridwan Mumu, mengungkapkan proses penyaluran santunan duka korban bencana meninggal dunia di Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong (Padagimo) berjalan lancar.

“Kalau santunan duka aman, karena dananya ada di DIPA Kementerian Sosial,” ungkap Ridwan di Palu, Senin, 7 Oktober 2019.

Sebelumnya santunan duka untuk Kota Palu sedikit terlambat dibanding Kabupaten Sigi dan Donggala. Keterlambatan tersebut disebabkan data korban dan ahli waris dari Pemkot Palu berubah-ubah.

“Kalau untuk Sigi dan Donggala sudah berjalan dengan baik, saat ini sudah masuk tahap kedua,” ucap Ridwan.

Santunan duka tersebut diberikan bagi korban meninggal dunia akibat bencana yang melanda Kota Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong pada 28 September lalu. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp15 juta.

Santunan duka kata Ridwan sebagai wujud perhatian pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Santunan duka diberikan bentuk rasa duka kepada ahli waris korban.

Ridwan mengatakan syarat mutlak penerima Jadup harus berstatus pengungsi yang tinggal di Huntara, baik Huntara yang disiapkan pemerintah maupun pihak NGO/swasta. Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial sudah menetapkan dana Jadup Rp10.000 per jiwa per hari selama dua bulan.

“Makanya Pemda harus menggunakan payung hukum yang ditetapkan Kemensos dalam menyalurkan Jadup,” ucap Ridwan.

Mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Sulteng itu menerangkan Kemensos menyiapkan Jadup untuk korban bencana Provinsi Sulteng Rp43 miliar. Sebagian telah dicairkan untuk Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala.

Ridwan menambahkan penggunaan dana santunan duka bebas sesuai keinginan ahli waris korban.

“Penggunaanya bebas, terserah ahli waris, bukan seperti dana stimulan yang diharuskan untuk perbaikan rumah,” ucap Ridwan.

Dia mencontohkan penggunaan santunan duka untuk membeli kebutuhan pribadi, kebutuhan anak dan keperluan sekolah.

“Misalnya mau beli baju sekolah atau bayar SPP, semua terserah yang menerima santunan,” tandas Ridwan.

Ayo tulis komentar cerdas