Home Donggala

Relokasi Jangan Sampai PKL Rugi

256
Unding Amir. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Keinginan pemerintah kelurahan Boya merelokasi pedagang kaki lima ke taman kota sebagai lokasi utama tempat menjajakan aneka makanan mendapat tanggapan dari mantan pengelola pasar inpres Unding Amir.

Menurutnya saat ditemui di eks lokasi pasar inpres dan kini telah menjadi taman kota, Jumat kemarin mengapresasi langkah berani pemerintah kelurahan Boya. Sebab persoalan pemindahan bukan sekedar teori selesai perbincangan pindah. Pemerintah kelurahan harus memikirkan juga dampak ke depannya.

“Kami tidak mau terulang lagi kejadian tahun sebelumnya, contohnya sekarang ini pasar sunyi sepi pembeli, awalnya penempatan pasar  sudah bagus tempatnya di sini tengah kota (Kelurahan Boya) kemudian muncul ide dari pemerintah merelokasi pedagang di pasar dengan memindahkannya ke Kelurahan Ganti hasilnya apa? Sekarang pedagang menjerit penghasilan sehari-harinya hanya 25 ribu saja perekonomian Donggala mati suri, silahkan jalan-jalan ke Pasar Ganti tanyai langsung pedagangnya kalau tidak percaya,” katanya.

“PKL ditata bagus mencerminkan kerapian dan kebersihan, pertanyaanya bagaimana cara agar pengunjug bisa datang ke taman kota dan bertransaksi dengan pembeli. Ini pekerjaan rumah dari pemerintah kelurahan agar kejadian pemindahan pasar tidak terulang lagi, selalu merugi dan tak pernah untung,” sebutnya.

Sebelumnya pemerintah Keluarahn Boya yang dibantu Dinas Perindakop serta Satuan Pamong Praja (Pol PP) menertibkan pedagang kami lima (PKL) yang berjualan di sepuaran Masjid Raya Donggala dan pinggiran jalan. Kegiatan ini dilakukan dengan alasan kebersihan menuju Donggala Kota Wisata.

“Posisi kita kan berada di tengah kota, kami menertibkan PKL untuk kebersamaan menjaga keindahan Donggala menuju kota wisata dunia dan menjaga raihan Adipura, penertibannya pun lebih pada pendekatan persuasif tanpa kekerasan dan kami Pemerintah Kelurahan Boya akan menyatukan para pedagang kaki lima  di eks pasar yang kini telah disulap menjadi taman kota,” pungkas Lurah Boya Reni, Oktara.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas