Home Hukum & Kriminal

Buronan Mantan Kades Jononunu Akhirnya Ditangkap

507
Kasi Intel Kejari Parimo, Muhammad Faizal. (Foto: Zulfikar/ Metrosulawesi)

Parimo, Metrosulawesi.id – Tim Intelijen dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, akhirnya menangkap Saharudin Lawasa, buronan tersangka kasus Penyalahgunaan Dana Desa sebesar Rp. 360 juta. Tersangka saat diringkus sempat berusaha kabur.

Penangkapan terhadap Saharudin Lawasa ini, terjadi di kediamannya di Desa Jononunu, Kecamatan Parigi Tengah, Selasa 24 September 2019, sekitar pukul 23.00 Wita. Tim Intelijen Kejari Parimo dalam meringkus tersangka dibantu dari petugas Polres Parimo.

Kasi Intelijen Kejari Parimo, Muhammad Faizal, kepada Metrosulawesi.id, mengungkapkan, tersangka dijadikan buronan lantaran tidak mengindahgkan pemanggilan tim penyidik. Bahkan, setiap kali dijemput di rumahnya selalu kabur.

‘’Alhamdulillah, setelah dilakukan pencarian dan pengintaian, akhirnya kami dibantu dengan petugas dari Polres Parimo, yang bersangkutan kami tangkap di rumahnya,’’ ungkap Muhammad Faizal, Sembari menambahkan, tersangka Saharudin Lawasa saat itu juga langsung diamankan di ruang tahanan Kejari Parimo.

Sebagaimana di wartakan sebelumnya, tersangka Saharudin Lawasa merupakan Kepala Desa Jononunu periode 2014-2024. Mantan Kades Jononunu ini ditetapkan sebagai tersangka lantaran dari hasil penyidikan tim Kejari Parimo, terbukti melakukan perbuatan melawan hukum yakni menyalahgunakan dana desa.

Dijelaskan Muhammad Faizal, tersangka dalam penyalahgunaan dana desa tersebut, dilakukan seorang diri. Dimana yang bersangkutan tidak melibatkan TPK dan aparat desa lainnya dalam pengelolaan dana desa. Sedangkan pekerjaan fisik tidak diselesaikan sesuai prencanaan, dan dugaan kuat melakukan mark-up pekerjaan,

Hasil temuan penyidik,  lanjut Muhammad Faizal, seperti pembuatan jalan Kantong Produksi, dan pembuatan Jalan Wisata dengan dua kegiatan itu sekitar 70 juta. Tapi kedua pekerjaan itu sama sekali tidak dikerjakan. Bantuan pendidikan untuk masyaralat tidak mampu. Seperti pengadaan seragam, sepatu, tas dan buku. Namun, yang diberikan kepada masyarakat hanya dua item yakni seragam dan tas sekolah,

Sedangkan mark-up dana, Muhammad Faizal membeberkan, tersangka pada  pengadaan hewan ternak sapi, yakni yakni di Pagu anggaran sebesar Rp. 90 juta, tapi yang dibelanjakan sebesar Rp, 50 juta.

‘’Yang dibelaikan ternyata anak sapi. Dan itu dilakukan pada tahun 2018 lalu,’’ bebernya,  

Dengan tertangkapnya tersangka, Muhammad Faizal, proses penyidikan terhadap kasus yang melaibatkan mantan Kades Jononunu ini, segera diselesaikan, sehingga secepatnya dilimpahkan ke pengadilan.

‘’Isnya Allah, kelengkapan berkas kasus yang melibatkan tersangka Saharudin Lawasa ini, selesai, dan selanjutnya akan diajukan ke pengadilan,’’ pungkas  Muhammad Faizal.(*)

Reporter: Zulfikar

Ayo tulis komentar cerdas