Home Parigi Moutong Jumlah Calon Janda dan Duda di Parimo Meningkat

Jumlah Calon Janda dan Duda di Parimo Meningkat

365
Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Parimo. (Foto: Zulfikar/ Metrosulawesi)
  • KDRT dan Medsos Dominasi Penyebab Gugatan Cerai

PARIMO, Metrosulawesi.id – Angka perceraian  di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah,  tergolong cukup tinggi setiap tahunnya, Terhitung sejak  Januari 2019 hingga Agustus tahun 2019 perkara perceraian tersebut sudah masuk di angka 539 berkas.  

Panitera Muda hukum Pengadilan Agama (PA)  Kabupaten Parimo, Tadarin, mengungkapkan   dari jumlah 539 berkas untuk gugat cerai yang diterima, sebagian besar sudah tahap putusan.

Menurutnya, dari kasus perceraian yang masuk sebagian besar didominasi gugatan yang diajukan calon janda. “Gugat cerai biasanya didominasi pihak istri yang dilayangkan gugatan cerai pada suami.,’’ tutur Tadarin kepada Metrosulawesi.id, Selasa 24 September 2019.

Dari sekian gugatan cerai yang masuk ke PA Kabupaten Parimo, jelas Tadarin, permasalahannya berkisar kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pemicunya lantaran  Media Sosial. ‘’Pangkal masalah KDRT macam-macamlah. Ada karena suami pemabuklah, kasar dan suka main pukullah. Bahkan ada pemicunya gara-gara medsos,’’ jelasnya.

Ilustrasi KDRT.(foto:google)

Diakui Tadarin, banyaknya pihak istri mengajukan gugatan cerai. Tidak lepas dari pemahaman pihak istri sudah mengetahui soal hukum khsusunya menyangkut KDRT.

‘’Dari penanganan kasus perceraian ini, terlihat pihak istri hampir sebagain besar yang mengajukan cerai sudah paham soal hukum menyangkut KDRT,’’ papar Tadarin.

Dari data yang ada, pihak PA Parimo, tahun 2017 berkas perkara gugatan cerai sebanyak 617. Pada tahun berikutnya yakni 2018, terjadi peningkatan yakni PA Parimo menangani 740 berkas gugatan cerai.

            Sementara, di tahun 2019 ini, data yang tercatat di PA Parimo, sejak Januari hingga Agustus, berkas perkara gugatan cerai sudah di angka 539 berkas. ‘’Dengan jumlah angka tersebut sudah jelas di tahun 2019 ini, jumlah calon janda dan duda di Kabupaten Parimo terjadi peningkatan,’’  kata Tadarin, sembari memperlihat jumlah penanganan kasus gugat cerai yang dilaporkan ke PA Parimo. (*)

Reporter: Zulfikar .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here