Home Palu Pemkot Pacu Mobilisasi Warga ke Huntara

Pemkot Pacu Mobilisasi Warga ke Huntara

50
Presley Tampubolon. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)
  • BPBD Palu Lakukan Pendekatan Persuasif

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Presly Tampubolon mengungkapkan, sesuai data per tanggal 10 September 2019, jumlah Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun oleh PUPR dan NGO sebanyak 5.732 bilik. Dengan rincian NGO yang sudah membangun Huntara sebanyak 2.276 bilik, sedangkan PUPR membangun 3.456 bilik.

“Data Huntara ini akan terus berkembang, karena kami sedikit sulit mendata jumlah Huntara, disebabkan ketika ada pihak swasta membangun Huntara cenderung tidak berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda),” kata Presly di Palu, balum lama ini.

Kata Presly, biasanya NGO itu hanya melaporkan ke Lurah untuk mengkoordinasikan lokasi, kemudian lurahnya tidak melaporkan ke BPBD, sehingga terkadang BPBD harus mendeteksi ke lapangan untuk mendata Huntara di Kota Palu.

Persoalan Huntara yang lain, kata Presly, adalah  penertiban tenda-tenda pengungsian.

”Sebab masyarakat ketika mau dimobilisasi ke Huntara yang telah disiapkan pemerintah, mereka tidak mau pindah dengan berbagai alasan, misalnya terlalu jauh,” katanya.

“Ada beberapa Huntara tidak dihuni, misalnya di Pantoloan, karena memang tidak ada lagi warga di sekitar itu masuk di Huntara, warga yang belum masuk  ke Huntara itu ada di dua titik saja yakni warga di Masjid Agung dan Balaroa,” katanya.

Kata dia, sebelum Agustus lalu, pihaknya telah melakukan pendekatan untuk memobilisasi warga terdampak ke Pantoloan, namun warga menolak dengan alasan jauh dan anak-anak mereka masih bersekolah di sekira wilayah itu. 

“Untuk itu saya mencoba berdiskusi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), apakah memungkinkan anak-anak mereka dipindahkan ke Huntara Pantoloan? Pada intinya Disdikbud Palu siap membantu untuk memindahkan, jika itu dibutuhkan, tetapi alasan mereka tetap tidak mau ke wilayah sana,” ungkapnya.

Karena itu, Presly mengatakan pihaknya coba melakukan pendekatan dengan Kelurahan tedekat dengan Balaroa serta Masjid Agung, misalnya di Kabonena, Donggala Kodi, Pengawu, Palupi, yang masih ada kosong-kosong Huntaranya. 

“Baru-baru ini kita lakukan mobilisasi lagi, maka setelah di data, masih kurang lebih di 280 tenda di Balaroa, sedangkan di Masjid Agung sekira 150 tenda. Namun kami masih mencari tahu juga apakah mereka ini benar-benar terdampak, sehingga kita akan melakukan pendekatan ke warga penghuni tenda-tenda darurat, agar jangan sampai kita dibilang menertibkan tenda itu sebagai arogansi,” katanya.

Kata Prelsy, pendekatan-pendekatan persuasif dalam memobilisasi warga ke Huntara akan terus dilakukan pihaknya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here