Home Ekonomi Desain Produk IKM Lokal Terkendala Kemasan

Desain Produk IKM Lokal Terkendala Kemasan

42
Walikota Palu Hidayat mengamati kemasan salah produk lokal industri rumahan di salah satu gerai Alfamidi, beberapa waktu lalu. (Foto: Pataruddin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Desain produk olahan lokal masih menjadi kendala dalam meningkatkan daya saing dan daya tarik produk bagi konsumen di pasar modern.

“Desain produk olahan lokal masih kalah bersaing, terkadang terlalu sederhana. Akibatnya kurang bisa menarik konsumen,” kata Kepala Seksi Sarana Dan Prasarana Industri Dinas Perdagangan Dan Perindustrian Kota Palu, Syarifudin, belum lama ini.

Selain itu, untuk sejumlah produk, pelaku IKM tidak mampu menjaga kontinuitas pasokan barang ke super market seperti Alfamidi sehingga terkadang terjadi kekosongan produk. Rutinitas pasokan dan kuantitasnya juga masih sering terkendala.

“Sekarang banyak beredar kemasan produk yang tidak standar. Untuk itu, Pemkot berupaya menghimbau lewat kelurahan agar melaporkan kegiatan ekonomi di wilayahnya,” jelasnya

Meski demikian, kata dia, pihaknya tetap berharap produk IKM yang masuk ke pasar modern terus meningkat dengan ragam jenis kemasan yang lebih menarik dan menjual. 

“Alfamidi inginkan semua produk IKM terlibat dan masuk ke gerai. Hanya saja syarat dipenuhi,  diantaranya produk berkualitas, kemasan harus menarik,” ujarnya.

Ia menyebutkan, produk olahan lokal sebenarnya memiliki potensi bersaing di pasar modern yang cukup tinggi. Dari sisi produk terkadang memiliki kualitas lebih baik dari produk dari luar. 

“Sayangnya kecenderungan konsumen saat ini melihat dulu kemasannya, kemudian rasa dan bentuknya. Hal itu jelas harus menjadi fokus perhatian khususnya bagi para produsen kemasan untuk menampilkan desain-desain yang menarik dan menjual untuk produk IKM,” katanya.

Sementara itu, rumah kemasan baru satu di Kota Palu tepatnya di Jalan Kartini. Di tahun depan pemerintah akan menyediakan rumah kemasan untuk meningkatkan kualitas produk kemasan.

“Selain itu, konsistensi rasa juga harus diperhatikan oleh pelaku usaha olahan makanan. Jangan sampai produksi pertama rasanya enak tetapi selanjutnya rasa sudah lain, ini akan mengecewakan pembeli,” katanya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here