Home Ekonomi DTPH Sulteng Angkat Bicara Terkait Kemarau Panjang

DTPH Sulteng Angkat Bicara Terkait Kemarau Panjang

51
Trie Iriany Lamakampali. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH), Trie Iriany Lamakampali mengatakan, fenomena kondisi iklim kemarau berkepanjangan yang saat ini di alami Sulteng bahkan nasional, merupakan bencana bagi pertanian daerah.

Pasalnya, dengan kemarau panjang, suplai nutrisi terhadap pertanian baik padi maupun tanaman hortikultura bakal terhambat seiring dengan meningkatnya kebutuhan air oleh tanaman tersebut.

Ia menekankan, secara tidak langsung petani akan lebih besar potensi gagal panen dari pada keberhasilan yang pasti berpengaruh terhadap distribusi pertanian lokal dalam permintaan pasar.

“Ini kemarau panjang, mau tanaman apapun sebenarnya membutuhkan air. Jadi ini bencana sebenarnya untuk pertanian, cobaan kalau iklim seperti ini,” tuturnya, Senin (16/9/2019).

Untuk itu, dirinya mengimbau kepada para petani di Sulteng untuk mengalihkan komoditi tanamnya menjadi komoditi yang tahan terhadap kemarau dan hanya membutuhkan sedikit suplai air untuk bertahan hidup hingga masa panen seperti padi ladang dan jagung.

“Tetap juga kita mengimbau untuk menyesuaikan komoditi yang memang tahan kemarau, ada beberapa teknologi-teknologi hasil penelitian dari litbang Kementerian Pertanian. Tetapi memang tidak mudah, karena kembali lagi kepada petaninya, sebab disisi ini mereka tetap berfikir, ‘oh ini spekulasi, kita nanti bakal rugi lagi. Kalau sudah seperti itu, ya, kami mau katakan apa?,” tuturnya.

“Itu kembali lagi ke haknya petani, tetapi pemerintah tetap mendorong untuk memastikan ada tanaman yang memang sesuai dengan kondisi iklime seperti ini seperti padi ladang, jagung juga termasuk,” ujarnya menabahkan.

Menurut Tri Iriany, sempat ada predikisi iklim di Sulteng tidak se-ekstrem saat ini. Namun, saat ini sudah terjadi kemarau berkepanjangan sehingga tidak ada jalan lain selain menghadapinya baik pemerintah, petani, dan pertanian daerah.

Dikatakannya, pemerintah juga mendorong daerah dengan cuaca yang masih dirundung hujan untuk tidak berhenti melakukan penanaman sehingga masih bisa menutupi permintaan kebutuhan pasar konsumen.

“Saya yakin di Sulteng ada daerah-daerah pertanian tertentu yang masih ada hujannya. Itu kita dorong tidak berhenti petaninya menanam,” ungkapnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here