Home Ekonomi BI Sulteng Boyong UKM Binaan dan Ponpes ke Banjarmasin

BI Sulteng Boyong UKM Binaan dan Ponpes ke Banjarmasin

70
Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), klaster binaan hingga pondok pesantren (ponpes) dari Sulawesi Tengah mengikuti focus group discussiion (FGD) dalam kegiatam Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia 2019 yang digelar di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Foto: Dok BI)
  • Festival Ekonomi Syariah KTI 2019

Palu, Metrosulawesi.id – Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), klaster binaan hingga pondok pesantren (ponpes) dari Sulawesi Tengah mengikuti focus group discussiion (FGD) dalam kegiatam Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia 2019 yang digelar di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Tengah mengikutsertakan UMKM dan klaster binaan dalam forum bisnis antar pengusaha dan pembiayaan berbasis syariah di Sulawesi Tengah dalam pengembangan usaha, serta Pondok Pesantren Al Khairaat dalam Focus Group Discussion pembentukan holding pesantren di Kawasan Timur Indonesia untuk menjalin kerjasama dalam mengembangkan unit usaha untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren.

Menurut Asisten Direktur BI Sulteng Indratmoko, mengikuti Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI) yang digelar pada 12-14 September 2019 lalu, di Banjarmasin merupakan salah satu upaya dalam rangka mendukung pengembangan potensi ekonomi syariah di Sulawesi Tengah.

Kegiatan bertema ‘Bergerak Bersama Ekonomi Syariah’ dalam pengembangan ekonomi regional berbasis ekonomi syariah tersebut diikuti seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia di kawasan timur Indonesia, yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan Balinusra.

“Dalam kegiatan itu pula dilaksanakan berbagai acara yakni seminar dan focus group discussion, kuliah umum dan talkshow, bedah buku, pentas dan lomba seni, forum bisnis dan pameran, tabligh akbar dan shari’a fair,” ungkap Indratmoko yang juga Kepala Tim BI Sulteng, Senin 16 September 2019.

“Selain itu, perwakilan Sulawesi Tengah juga aktif dalam mengikuti berbagai perlombaan yang diselenggarakan seperti tarian Islami, enterpreneur muda syariah, serta lomba Nasyid yang berhasil meraih juara II tingkat Kawasan Timur Indonesia,” terangnya.

Pelaksanaan Fesyar KTI 2019, katany, dilandasi semangat untuk terus mendorong ekonomi syariah sebagai sistem ekonomi dan keuangan yang bersifat inklusif yang tidak hanya terbatas pada penghimpunan dana dan pembiayaan syariah yang bersumber dari lembaga keuangan umat Islam.

Dia menambahkan, melalui pelaksanaan Fesyiar KTI 2019 ini diharapkan tercipta halal value chain yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi khususnya di Kawasan Timur Indonesia.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Pataruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here