Home Palu Program TJPA Harus Berkelanjutan

Program TJPA Harus Berkelanjutan

85
Arifuddin Arif. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Fasilitator Program Palu Kana Mapande (PKM) atau Tambahan Jam Pelajaran Agama (TJPA) Arifuddin Arif mengharapkan program TJPA berkelanjutan, sebab program itu memberikan dampak positif kepada peserta didik sejak dini, dalam rangka pembinaan keagamaan dan karakter.

“Kami berharap siapapun yang memimpin Kota Palu program ini terus berkelanjutan, di tahun ajaran baru 2019/2020, program TJPA telah dimulai di jenjang SD dan SMP, tahun ini jumlah guru TJPA tetap berjumlah seperti tahun lalu. Untuk guru TJPA muslim jumlahnya tetap 296 orang, sementara Guru Kristen dan agama lainnya jumlahnya kira-kira 300 lebih,” kata Arifuddin di Palu, Rabu, 11 September 2019.

Arifuddin juga mengatakan pihaknya melakukan pergantian Guru TJPA yang tidak aktif lagi mengajar.

“Program TJPA untuk jenjang SD telah masuk tahun keempat, sementara untuk  jenjang SMP sudah masuk tahap kedua. Namun untuk di SMP lebih fokus dalam pembinaan bakat dan prestasi keagamaan,” ujarnya.

Jika di Agama Islam, kata Arif, orientasi utama program ini pada peningkatan kemampuan Baca Tulis Al-Quran secara visual. Karena banyak siswa belum bisa membaca Al-Quran maka diprioritaskan siswa saat tamat SD bisa membaca dan menulis Al Quran.

“Disamping itu ada juga materi tambahan seperti pembinaan pengamalan ibadah, ada juga pembinaan akhlak atau karakter. Pembinaan ini diajarkan ke semua agama, baik Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan lainnya,” katanya.

Sementara pada jenjang SMP, kata Arif, lebih pada pembinaan bakat prestasi keagamaan, misalnya siswa SMP yang ingin menghafal Al Quran akan dibina, atau ingin menjadi Qori dan Qoriah.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu secara khusus merekrut guru-guru untuk mengajar siswa di SMP. Guru yang direkrut tentunya memiliki bakat atau kompetensi di bidang masing-masing, contohnya guru yang sudah menghafal Al-Quran minimal 30 juz, kemudian mahir dalam kaligrafi, proses perekrutannya Disdikbud Palu bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ),” ujarnya.

Menurut Arifuddin, program TJPA ini berjalan dalam satu minggu tiga kali, pada pada jenjang SD maupun SMP.

“Alhamdulillah respon masyarakat sangat positif, karena ada hasil yang dilihat dari kegiatan ini. Misalnya siswa yang tidak sama sekali tidak bisa baca Al-Quran saat lulus sudah dapat membaca Al-Quran,” jelasnya.

Kata Arifuddin, ada tiga nilai yang dikembangkan pada program TJPA ini, yakni kekeluargaan, toleransi, kegotongroyongan.

“Dan ini menjadi prioritas, sesuai visi misi Pemerintah Kota Palu,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here