Home Sulteng 450 Siswa Jadi Pelopor Cegah Nikah Dini

450 Siswa Jadi Pelopor Cegah Nikah Dini

41
JADI PELOPOR - Siswa/i se-Kota Palu tingkat SMP dan SMA sederajat dikukuhkan menjadi pelopor cegah dini, Selasa, 10 September 2019. (Foto: Ist)
  • Kiat Dinas P2KB Mencegah Pernikahan Dini

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulteng melibatkan siswa/i se-Sulawesi Tengah dalam mencegah pernikahan dini di daerahnya. Siswa/i dilibatkan menjadi pelopor pencegahan nikah dini di sekolah dan lingkungan masing-masing.

Kepala Seksi Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas P2KB Provinsi Sulteng, Hasjman Syamsul, menerangkan pihaknya telah mengukuhkan sebanyak 450 siswa/i di Kota Palu, Tolitoli dan Banggai menjadi pelopor cegah nikah dini. Siswa/i tersebut berasal dari sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat.

“Pengukuhan pelopor cegah nikah dini dimulai tahun kemarin di Luwuk, Kabupaten Banggai. Yang Kabupaten Tolitoli dikukuhkan akhir Juli tahun 2019 dan yang terbaru di Kota Palu kemarin,” terang Hasjman kepada Metrosulawesi, Rabu, 11 September 2019.

Hasjman menjelaskan pembentukan pelopor cegah nikah dini dilatar belakangi tingginya angka pernikahan dini di Sulawesi Tengah. Pembentukan pelopor cegah nikah dini juga telah diawali dengan rapat koordinasi dengan lintas sektor.

Keberadaan pelopor cegah nikah diharapkan menjadi perpanjangan informasi kepada masyarakat. Siswa/i yang telah dikukuhkan menjadi pelopor cegah nikah ditugasi menyampaikan informasi dan edukasi dampak pernikahan dini.

“Jadi yang 450 orang ini kita harapkan bisa menyampaikan informasi kepada teman-temannya dan keluarganya. Nanti teman-temannya dan keluarganya itu juga kami harapkan meneruskan informasi itu secara berantai,” ucap Hasjman.

Diungkapkannya angka pernikahan dini di Provinsi Sulteng masih cukup tinggi dibanding daerah lainnya. Beberapa kabupaten/kota yang menjadi penyumbang pernikahan dini antar lain; Kota Palu, Donggala, Banggai Laut, dan Banggai Kepulauan.

Kata Hasjman, lewat penelusuran dan hasil pertemuan bersama pihak terkait, terungkap pernikahan dini di Sulteng disebabkan faktor budaya, ekonomi dan perilaku anak remaja.

“Sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan pernikahan dini, tapi yang paling menonjol karena budaya, kemiskinan dan perilaku. Tapi memang tidak semua kabupaten tinggi kasus pernikahan dini, contonhya di Poso rendah. Ini memang harus menjadi perhatian kita bersama, harus semua berperan dalam mencegah pernikahan dini,” ujarnya.

Hasjman menambahkan program pelopor cegah nikah dini akan terus digaungkan dengan target kabupaten penyumbang pernikahan dini. Program tersebut akan dievaluasi setiap tahunnya untuk mengetahui efektivitas dalam mencegah pernikahan dini. Rencananya tahun depan Dinas P2KB kembali menggelar pengukuhan pelopor cegah nikah dini di Kabupaten Donggala, Banggai Laut, dan Banggai Kepulauan.

“Kalau dalam tahun ini tidak ada lagi pengukuhan, hanya mau pertemuan memperkenalkan pelopor cegah nikah dini di Tojo Unauna,” tandasnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here